0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

UPT Pajak Dibubarkan, Penerimaan Daerah Bakal Terganggu

Kepala DPPKAD Solo, Yosca Herman Sudrajad (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pembubaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pajak di lima kecamatan di Solo dikhawatirkan mengganggu penerimaan pajak daerah. Pasalnya, lima kantor UPT tersebut selama in menjadi ujung tombak Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Solo.

“Jelas tidak akan optimal. UPT Pajak dulu kita bentuk kan untuk mendekatkan petugas kepada wajib pajak,” kata Kepala BPPKAD Solo, Yosca Herman Sudrajad, Kamis (11/1).

UPT Pajak dibentuk Pemkot Solo di lima kecamatan tahun 2012 silam. Menurut Yosca, unit tersebut berperan penting dalam mengoptimalkan pendapatan daerah. UPT bertugas mulai dari pendataan, disribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), penagihan, hingga pelaporan. Tanpa UPT, penarikan pajak di Solo kembali terpusat di BPPKAD.

“Kita terpaksa membuat koordinator wilayah per kecamatan,” kata dia.

Koordinator tersebut, terang Yosca, nantinya akan menggantikan UPT Pajak di tiap kecamtan. Hanya saja, secara struktural, koordinator berada langsung di bawah BPPKAD.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Yulistianto mengatakan pembubaran 16 UPT termasuk lima UPT Pajak tidak dapat dihindari. Kebijakan tersebut sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No 12 tahun 2017.

“Kita tidak bisa apa-apa. Hanya bisa melaksanakan,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge