0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Karni Pulang ke Tanah Air Demi Merawat Putra

Petugas Dinas Sosial home visit Raihan di rumahnya (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Satu lagi kisah mengharukan penyandang disabilitas asal Ngargoyoso dan keluarganya yang dicatat Timlo.net. Putra bungsu pasangan Purwanto-Karni bernama Raihan Putra Ganefa menderita tuna daksa dan grahita sejak bayi hingga kini berusia 12 tahun.

“Sewaktu bayi itu panas tinggi dan infeksi pusar. Sempat koma selama sebulan di RS. Gejala awalnya mikrosefalus. Namun lama kelamaan lumpuh total,” ujar ibunda Raihan, Karni kepada Timlo.net di rumahnya, Kamis (11/1).

Kondisi selanjutnya, Raihan mengalami pertumbuhan dan perkembangan lambat. Komunikasinya hanya lewat gesture dan mimik wajah. Pada tahun 2010, Karni memutuskan bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Hongkong . Ia terpanggil untuk pulang ke kampung halaman karena orang yang biasanya merawat Raihan meninggal dunia pada 2015. Sebelumnya, ia sempat mengajar Bahasa Inggris calon TKW di PJTKI Kabupaten Kendal.

“Sekarang ini fokus merawat anak dulu. Sebenarnya masih ada tawaran ke luar negeri. Tapi sekarang prioritasnya Raihan,” katanya.

Dibantu suami dan putri sulungnya, Dhea Aprilia, ketiganya merawat Raihan dengan kasih sayang. Setiap hari menjalani terapi menggerakkan tubuh di rumah. Tak jarang putra bungsunya itu menangis kesakitan.

“Diajari cara senam oleh puskesmas dan RSUD. Lalu dipraktikkan di rumah,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge