0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Prihati Berbesar Hati Mengurus ’Bayi’

Prihati menggendong putranya, Agus. (timlo.net/raymond)

 

Karanganyar — Memiliki anak berkebutuhan khusus menjadi anugerah tersendiri bagi ibu rumah tangga asal Rt 04/Rw IX Dusun Plesungan, Desa Berjo, Ngargoyoso, Prihati (52). Ia juga tak menyerah pada pemberian Tuhan itu.

“Saya syukuri saja, ini pemberian Allah. Takdir yang harus saya dan keluarga jalani,” kata Prihati kepada wartawan sambil menggendong Agus Setiawan, putranya yang kini berusia 22 tahun itu di rumahnya, Kamis (11/1).

Memasuki usia dewasa, Agus tak ubahnya bayi. Ia tak bisa bergerak karena perkembangan fisik dan mentalnya berhenti. Tulang-tulangnya juga berukuran tidak normal. Bentuk kepalanya membesar. Selama bertahun-tahun, ia hanya mampu terbaring di kamar. Sesekali digendong ke teras. Ibundanya harus memastikan makanannya lunak karena Agus tak mampu mengunyah.

Diceritakan, putra sulung pasangan Saiman-Prihati ini awalnya mengalami demam saat usia dua bulan dan kepalanya timbuh tidak normal. Hingga kemudian, dia dioperasi di RSUD Surakarta. Dokter melubangi bagian kepala sampai ke bawah di beberapa titik. Cara ini untuk mengeluarkan cairan otak melalui urine. Seharusnya operasi itu dilanjutkan dengan melubagi bagian perut. Namun Prihati memutuskan tidak menempuh cara itu karena tidak tega.

“Sampai kapan pun akan tetap saya rawat,” katanya.

Prihati merasakan kesedihan Agus ketika orang seusianya bersuka ketika lebaran.

“Lihat banyak orang mondar-mandir terlihat senang ketika Lebaran. Agus melelehkan air mata. Di situ saya merasa nggrantes,” katanya.

Beruntung Prihati memiliki suami dan putra bungsu yang selalu menyemangati. Ia juga mahir menjahit, sehingga bisa mengalihkan kesedihannya dengan menerima pesanan pembuatan seragam dan busana lainnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge