0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Tidak Stabil

Pedagang cabai (dok.timlo.net/agung widodo)

Solo – Harga komoditas cabai di Pasar Legi Solo terpantau mengalami fluktuasi harga selama beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut karena dipengaruhi pasokan barang yang minim akibat hasil panen yang tidak maksimal.

“Sejak menjelang tahun baru kemarin harga berbagai jenis cabai tidak stabil. Ada yang turun ada pula yang naik,”ujar salah seorang pedagang cabai, Rusiah (50) kepada wartawan, Kamis (11/1).

Menurutnya, untuk jenis cabai merah besar dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram naik menjadi Rp 34 ribu per kilogram, rawit putih dari sebelumnya Rp 13 ribu per kilogram naik menjadi Rp 15 ribu per kilogram, cabai keriting merah dari Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan untuk cabai rawit merah dari sebelumnya Rp 42 ribu per kilogram sekarang turun menjadi Rp 37 ribu per kilogram.

“Alasannya harga cabai tidak stabil ini karena curah hujan tinggi. Sehingga hasil panen tidak maksimal,” jelasnya.

Selain harga tidak stabil, Rusiah menyampaikan pasokan cabai yang didatangkan dari berbagai lokasi, seperti Karanganyar dan Jawa Timur itu juga turun drastis. Bahkan penurunan pasokan dikatakan bisa mencapai lebih dari 50 persen jika dibandingkan kondisi normal.

Sementara kondisi yang sama juga dikatakan pedagang lainnya. Sri (40) mengaku akibat fluktuasi harga itu, dirinya mengurangi stok barang. Alasannya karena takut merugi.

“Kalau ambilnya banyak, terus nanti harga turun takut rugi. Soalnya harga cabai akhir-akhir ini sulit terprediksi,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge