0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mendulang Limbah Jadi Rupiah

(foto: Yuven)

Solo – Memiliki latarbelakang sebagai mahasiswa seni, Indro Yuwono dan Tanti memilih mengembangkan sebuah usaha dengan memanfaatkan media limbah kulit. Limbah kulit yang biasa digunakan adalah limbah kulit sepatu.

Indro memulai karya pada 2015 lalu dengan mengusung brand Sunrise Republic. Berbagai macam produk dihasilkan, seperti dompet, cable strap, car key wallet, case passport, case laptop, dan case leading journal.

Dia menuturkan, pemasaran produk dilakukan melalui Pop Up market dan sosial media seperti Instagram. Meskipun belum tergolong industri besar, pengrajin berhasil memasarkan produknya hingga mancanegara seperti Australia, Prancis dan Jerman.

Harga yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai Rp 15 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung item produknya. Yang menarik, konsumen dapat memesan kata-kata motivasi atau kata mutiara di produk pesanan.

Antusiasme masyarakat terhadap produk kulit tersebut cukup tinggi terbukti dengan adanya permintaan pembelian setiap hari melalui akun Instagram @sunriserepublic.id.

Namun dia mengaku masih memiliki kendala dalam memasarkan produknya. Seperti kesulitan mencari material dan biaya pengiriman barang ke luar negeri yang cukup mahal.

“Untuk nyari kualitas kulit yang bagus dan harganya masuk akal di Solo susah jadi kita harus nyari ke Jogja,” jelas dia saat ditemui di Muara Market, Jl Lumban Tobing, Setabelan, Banjarsari, Kamis (11/1).

(Yuven Novena)

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge