0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Penipuan Investasi Emas, Tiga Rumah Tersangka Disita

Anggota Satreskrim Polresta Solo memasang police line di salah satu aset rumah milik tersangka kasus penipuan berkedok investasi emas (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Satreskrim Polresta Solo melakukan penyitaan sejumlah aset berupa tanah dan rumah yang dimiliki  tersangka kasus penipuan dengan modus investasi emas, Herianto alias Yusak (60) warga Jebres, Solo. Aset bernilai miliaran rupiah itu terletak di Kawasan Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo.

“Dari hasil penyidikan terhadap tersangka, berhasil ditelusuri sejumlah aset yang dimiliki oleh tersangka,” terang Penyidik Unit V Satreskrim Polresta Solo, Iptu Supanto mewakili Kasatreskrim Kompol Agus Puryadi, Kamis (11/1) siang.

Lokasi sejumlah aset yang disita, kata Iptu Supanto, diantaranya sebuah rumah rumah tipe 45 dengan luas tanah sekitar 90 meter persegi di Perumahan Grand Residen 3 Singopuran, Kartosuro, Sukoharjo; sebuah rumah tipe 45 dengan luas tanah kurang lebih 200 meter persegi di Perumahan Griya Kencana, Kelurahan Blulukan, Kecamatan Calamadu, Karanganyar; sebuah rumah di Kawasan Perum Alexandria Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, serta satu gudang di Kawasan Kebon Baru RT02/ RW08 Kelurahan Pucangan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Seluruh aset yang ditunjukkan secara langsung oleh tersangka itu saat ini telah dipasangi police line alias garis polisi.

“Tidak menutup kemungkinan aset yang dimiliki tersangka ini hasil tindak penipuan dengan modus investasi emas,” terang Iptu Supanto kepada wartawan.

Kasus ini bermula dari iming-iming investasi emas yang dilakukan tersangka terhadap para calon korbannya. Korban yang merasa tertarik akhirnya menitipkan uang dengan kisaran yang fantastis bahkan mencapai miliaran rupiah. Tersangka, menjanjikan keuntungan investasi emas tersebut mencapai 10 persen tiap minggu kepada para korban. Awalnya para korban diberikan keuntungan oleh tersangka. Akan tetapi, lama kelamaan uang tersebut raib bersamaan dengan kaburnya Yusak.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengungkapkan, total kerugian korban mencapai Rp 111 miliar akibat aksi tipu-tipu yang dilakukan tersangka. Kasus penipuan dengan modus investasi emas tersebut menjadi salah satu kasus paling menonjol sepanjang tahun 2017.

“Ada tiga kasus menonjol sepanjang 2017 lalu yang keseluruhannya adalah penipuan. Diantaranya, penipuan undiah berhadian, kasus biro perjalanan haji dan umroh PT Usmaniyah Hannien Tour dan penipuan berkedok investasi emas dengan tersangka Herianto alias Yusak,” papar Kapolresta, beberapa waktu lalu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge