0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Demi Kekasih Hati, Residivis Curanmor Kembali Mencuri

Tersangka kasus Curanmor, Candra Margiyanto dan rekannya yang berperan sebagai penadah saat diamankan polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Selain memanfaatkan kelengahan korban yang memarkir motor dalam keadaan tidak terkunci stang, Candra Margiyanto (30) juga terdesak kebutuhan untuk segera menikahi pacarnya. Pasalnya, kekasih hati residivis kasus Curanmor itu saat ini telah mengandung selama dua bulan.

“Saya bingung dapat uang dari mana. Bulan Mei nanti saya akan menikahi pacar saya. Tapi, gak punya modal. Lihat motor di masjid itu, langsung saya ambil,” kata Candra sambil menahan sakit di kaki kanannya yang dihadiahi timah panas oleh aparat.

Tersangka menjalankan aksi kejahatannya pada tanggal 2 Desember 2017 pukul 19.00 petang. Waktu itu, korban sedang berada di masjid untuk menunaikan Salat Isya. Tersangka yang kebetulan berada di Kawasan Masjid An-Nur Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo langsung membidik motor jenis Jupiter Z AD 6641 GH yang terparkir di halaman masjid. Tak butuh waktu lama, tersangka berbekal kunci T berhasil menggasal motor tersebut.

“Saya gadaikan kepada temen saya, Rp2 juta. Sebagian uangnya untuk nyaur hutang. Sisanya lagi buat kebutuhan dan rencana menikahi pacar saya,” aku tersangka kepada wartawan, di Mapolresta Solo, Kamis (11/1).

Namun, angan-angan untuk menikahi pujaan hatinya terpaksa buyar. Selang sebulan setelah tersangka beraksi, polisi berhasil melakukan penelusuran. Hingga akhirnya, tersangka berhasil dibekuk saat asyik berpesta minuman keras (Miras) di wilayah Kampung Joho, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo pada Rabu (10/1) malam.

“Saya kapok Pak (Polisi). Tidak mengulangi lagi,” katanya menyesali perbuatan kriminalnya.

Sementara itu, Kasaterskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi mengungkapkan, tersangka merupakan residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Dia pernah tertangkap di wilayah hukum Polres Karanganyar dan menjalani pidana. Akan tetapi, usai keluar dari penjara tersangka kambuh. Hingga akhirnya polisi memberi “hadiah spesial” di kaki kanannya.

“Tersangka terpaksa kami tembak, lantaran kabur dari kejaran anggota kami,” tegas Kasatreskrim.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge