0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Amankan Germo dan Pengelola Hotel “Esek-Esek”

Dua tersangka sebagai germo dan pengelola hotel yang diamankan aparat (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Selain menjaring belasan Pekerja Seks Komersial (PSK), anggota Polresta Solo juga menjaring seorang seorang mucikari atau germo bernama Setyoko alias Koh Tik (68) warga Kampung Tapen, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari. Tak hanya itu, pengelola hotel yang disewakan sebagai lokasi esek-esek juga turut dikukut aparat.

“Selain PSK, mucikari dari pengelola hotel atas nama R Ispurwoko (45) warga Solo juga turut diamankan,” terang Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo kepada wartawan, Kamis (11/1) siang.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, selain berperan sebagai mucikari, Koh Tik juga selaku penyewa hotel. Hotel di Kawasan Kampung Madyotaman, Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari ini disewa oleh pelaku dari seseorang senilai Rp 10 juta tiap bulan. Setelah melakukan kesepakatan, hotel yang terdiri dari 10 kamar itu disewakan untuk aktifitas ‘esek-esek’ dengan tarif Rp 50 ribu tiap kencan.

“Koh Tik inilah selaku juragannya. Sedangkan, R Ispurwoko sebagai penjaga hotel yang menyewakan untuk kegiatan mesum tersebut,” jelas Kapolresta.

Disinggung terkait pembagian tarif dengan para PSK, Kapolresta mengunkapan, pengelola hotel mendapatkan uang Rp50ribu untuk tiap kencan PSK. Sedangkan, para PSK mendapatkan uang senilai Rp 100 ribu.

“R Ispurwoko menyetor uang pendapatan hotel kepada Koh Tik. Sedangkan, Koh Tik membayar uang bulanan kepada pemilik hotel,” ungkap Kapolresta.

Terkait kasus tersebut, pihak Kepolisian masih menahan dua tersangka untuk dilakukan pendalaman terkait kasus prostitusi di Kota Bengawan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge