0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Bonus Kacau, Tim Pelatih NPC Galau

Sejumlah pengurus sekaligus pelatih NPC Indonesia (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Pelatih-pelatih cabang olahraga seluruh (Cabor) yang bekerja untuk National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, sedang galau dan kecewa berat. Kekecewaannya adalah terkait besaran bonus ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia Oktober lalu.

Besar bonus yang dimaksud adalah jumlah yang jauh menurun drastis dibandingkan saat membawa NPC Indonesia tampil di APG Singapura 2016. Bila saat menjadi runner-up APG di Singapura, hak berupa uang bonus yang diterima para pelatih mencapai besaran maksimal.

Pada saat menjadi runner-up APG Singapura 2016, pelatih NPC berhak mendapat bonus Rp 60 juta untuk peraih medali emas, Rp 40 juta untuk perak, dan Rp 25 juta untuk perunggu. Namun tidak dengan yang terjadi saar status juara umum APG Malaysia kemarin. Menurut pengakuan pelatih atletik NPC Indonesia, Waluyo, besaran bonus yang didapat hanya 1/6 saja dibandingkan tahun sebelumnya.

“Turunnnya sangat drastis, kami tidak tahu dari mana Kemenpora cara menghitungnya. Padahal bonus saat di Singapura ketika Indonesia menjadi runner-up. Lha ini sebagai juara umum di Malaysia malah jauh menurun. Namun bonus untuk pemain justru meningkat,” ungkap Waluyo kepada awak media di salah satu rumah makan Padang di Solo, Rabu (10/1) siang.

Hal lain yang menjadi keluh kesah para pelatih NPC Indonesia ini adalah jumlah medali yang diraih saat menjuarai APG Malaysia, jauh lebih banyak dibandingkan saat di menjadi runner-up APG Singapura. Selain itu, peran pelatih maupun asisten untuk kontingen NPC tidaklah kecil.

Saat ini, sebanyak 40 pelatih NPC Indonesia yang memiliki lisensi dari Kemenpora, serta sekitar 100 adalah pelatih maupun asisten di bawah lisensi NPC Indonesia. “Kami sampaikan rasa terima kasih untuk Presiden Joko Widodo, terkait pencairan bonus dengan cepat. Hanya saya kira ada salah persepsi oleh Kemenpora bahwa hak itu hanya untuk atlet,” imbuh pelatih tenis meja, Rima Ferdianto.

Hal senada diutarakan pelatih panahan sekaligus petinggi NPC Indonesia, Rio Suseno. Pihaknya bahkan mengancam kemungkinan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kasus ini. Menurutnya sikap Kemenpora akan menimbulkan kontraprodukif di kalangan insan olahraga.

“Setelah ini kami akan kumpul lagi dalam forum resmi dengan para pengurus NPC untuk menentukan sikap. Apakah perlu ke jalur hukum atau tidak. Selama ini komunikasi dengan Menpora juga masih berjalan,” terang Rio Suseno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge