0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

2018, Sejumlah Gerai Pusat Perbelanjaan Diprediksi Tutup

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Tren penutupan gerai di pusat perbelanjaan diprediksi akan berlanjut pada 2018 ini. Hal ini seiring berubahnya pola konsumsi kelas menengah pada pemenuhan waktu luang leisure atau rekreasi dari pada berbelanja.

Senior Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto mengatakan, setidaknya ada delapan gerai perbelanjaan yang tutup pada 2017 dan tren penutupan akan berlanjut sampai kuartal 1-2018. Namun, okupansi atau tingkat hunian pada 2018 diprediksi hanya turun 1 persen dari 2017.

“Tahun 2018 walaupun tidak ada mal baru, proyeksi okupansi hanya turun 1 persen karena ada pertukaran di situ, misalnya Debenhams tutup diganti dengan Matahari,” kata Ferry, Rabu (10/1).

Colliers memprediksi investasi ritel asing akan mengikuti pola perubahan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, investasi di sektor makanan dan minuman di Indonesia pada 2018 akan semakin marak. Sebaliknya, investasi ritel bidang fesyen dan aksesoris akan menurun.

Ada pun pada 2017, delapan gerai perbelanjaan yang tutup adalah Keris Gallery di Puri Indah Mall, Debenhams di dua pusat perbelanjaan (Senayan City dan Lippo Mall Kemang), Metro di Pacific Place, Matahari di tiga tempat (Pasaraya Blok M, Pasaraya Manggarai dan Mall Taman Anggrek) serta Ramayana di Blok M Mall.

Colliers memproyeksi hanya satu pusat perbelanjaan yang selesai dibangun dan menambah 60 ribu meter persegi untuk ruang ritel pada 2018. Sementara itu di daerah luar Jakarta, dua pusat perbelanjaan diperkirakan selesai dan menambah ruang ritel sekitar 110 ribu meter persegi pada 2018.

Pada 2018-2020, enam pusat perbelanjaan dijadwalkan selesai dibangun dengan tambahan ruang ritel sekitar 325 ribu meter persegi. Pada 2018, peritel hanya terbatas pada satu mal yang ditawarkan yakni New Harco Glodok dengan ruang yang cukup besar untuk dijual.

Saat ini, ada sekitar 3,2 juta meter persegi ruang ritel untuk disewakan dari 91 mal, dibandingkan dengan untuk dijual sebesar 1,4 juta meter persegi dari 38 pusat perbelanjaan trade center.

Colliers juga mengantisipasi kenaikan biaya sewa rata-rata sebesar 1,5 sampai 2 persen, namun biaya rata-rata layanan cenderung tumbuh sekitar 10 sampai 12 persen pada 2018.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge