0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Bupati: Bus dan Angkudes Harus Masuk Selter Darurat

Bupati Wonogiri Joko Sutopo (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Dalam waktu dekat ini, bus dan Angkudes yang sejak puluhan tahun mangkal di selatan kantor ATR/BPN diminta untuk bergeser masuk ke dalam area selter darurat. Sementara pembangunan selter permanen masih menunggu anggaran perubahan (APBD-P) 2018.
“Saya harap Senin depan semua armada bus dan Angkudes sudah dapat masuk ke selter. Istilah kami selter darurat,” beber Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Rabu (10/1).
Dijelaskan, selter darurat  yang telah disiapkan Pemkab Wonogiri di bekas lahan pabrik jamu Air Mancur ada beberapa tahapan. Bupati Joko mengatakan, tahap pertama adalah persiapan lahan, dimana Dinas Perhubungan telah melakulan perataan sekaligus pengerasan area selter.
Bahkan, pekan ini Dinas Perhubungan melakukan sosialiasi akan kebijakan baru tersebut, kemudian dilakukan observasi awal. Menurut Bupati, hal itu semacam kebijakan awal dengan melakukan sosialisasi terhadap armada-armada bus dan Angkudes untuk masuk ke dalam selter lebih awal sambil menunggu pembangunan selter selesai.
“Sehingga dengan adanya pergeseran tata kota ini dapat dipahami masyarakat. Memang kondisi ini sudah puluhan tahun terjadi sehingga untuk perubahan tidak mudah perlu pendekatan yang humanis,” katanya.
Sementara saat ditanya terkait anggaran pembangunan selter, Bupati Joko Sutopo belum berani bicara panjang lebar. Dirinya menyatakan, sampai saat ini pembangunan selter belum masuk dalam dianggarkan. Hanya saja pihaknya ingin pembangunan selter tersebut dapat terealisasi tahun ini.
“Untuk anggaran kita belum berani menggangarkan, karena dulu ada kendala disaat pembelian obyek selter darurat ini. Yang jelas lahan terbuka dulu, lalu kita dorong dan dipersiapkan rancangan (RAB), kemudian dianggaran perubahan pembangunan selter ini bisa terealisasi,” kata Bupati Joko.
Setelah semua armada masuk ke dalam area selter darurat, maka Pemkab melalui dinas terkait bakal melakukan sejumlah  evaluasi untuk mengetahui kendala apa saja yang terjadi, sehingga ketika pembangunan selter teralisasi sudah ada solusi yang terukur. Bicara soal pemanfaatan kawasan selter, Bupati berharap nantinya timbul suatu efek domino bagi masyarakat.
“Yang pasti obyek itu sangat strategis, maka akan kita manfaatkan seoptimal mungkin, itu prinsip dasar kami,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge