0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Organisasi Yahudi Amerika Desak Pemerintah AS Lindungi Muslim Rohingya

Pejuangan etnis Rohingya melintasi perbatasan Myanmar ke Bangladesh. (dok.merdeka.com)

Timlo.net—Sebuah surat ditandangani oleh hampir semua kelompok besar Yahudi dikirim ke panel Senat Amerika Serikat (AS). Surat itu mendesak pemerintah melakukan tindakan cepat untuk melindungi warga Muslim Rohingya.

Setiap kelompok agama besar Yahudi, diwakili dengan 24 tanda tangan dalam surat. Mereka mendesak adanya sanksi baru untuk Myanmar. Negara itu dituduh melakukan pembersihan etnis terhadap Muslim Rohingya.

Penduduk Rohingya di negara itu mencapai satu juta orang pada awal 2017. Tapi lebih dari setengah juta orang terpaksa mengungsi. Situasi ini dianggap sebagai krisis pengungsi yang paling cepat bertambah di dunia, tulis BBC.

Jurnalis Yair Rosenberg membagikan surat itu di Twitter. Dia menyatakan jika ini adalah sebuah tanda kesatuan yang langka dari berbagai organisasi Yahudi. Di antara kelompok yang memberikan tanda tangan adalah organisasi Reformasi, Konservatif dan Ortodoks. Selain itu juga ada berbagai kelompok hak asasi manusia.

Surat itu ditujukan untuk Senator Partai Republik Bob Corker dan Senator Partai Demokrat Ben Cardin. Jika mengesahkan rancangan undang-undang (UU) “the Myanmar Human Rights and Freedoom” akan mengirim pesan kuat untuk militer Myanmar dan komunitas global. Rancangan UU itu akan mempertegas jika AS tidak akan diam terhadap kekejaman massal.

Rancangan UU itu akan memicu sanksi yang menolong mengakhiri kekejaman militer terhadap warga Rohingya. Selain itu rancangan tersebut bisa menolong menyediakan bantuan untuk pengungsi. Para pelaku kekejaman di Myanmar juga bisa diadili.

“Kami merasa ngeri oleh persekusi tanpa henti militer Burma terhadap Rohingya, terutama sejak pecahnya kekerasan yang dimulai pada 25 Agustus. Dalam empat bulan terakhir, militer Burma terlibat dalam kampanye memusnahkan seluruh desa Rohingya. Para prajurit tanpa pandang bulu membantai pria, wanita dan anak-anak Rohingya, dan ada sekitar 600 ribu orang mengungsi dengan berjalan kaki atau dengan perahu—tiga hari perjalanan dari desa-desa mereka yang dibakar—ke kamp pengungsian di Bangladesh,” tulis surat itu.

“Kami tidak bisa tinggal diam sebagai warga Yahudi, di mana kata ‘never again’ mengharuskan kami bertindak, bukan hanya sebagai warga global, tapi untuk menghadapi tindakan brutal tanpa pikiran,” tutup surat itu.

Senator Ben Cardin yang juga seorang Yahudi berkata kepada para wartawan jika dia percaya rancangan itu akan segara digarap. Awal tahun ini, lebih dari 300 rabi AS mendesak Israel berhenti menjual senjata kepada Myanmar.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge