0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pilbub Karanganyar

Dituding “Nilapke” Rohadi Widodo, Ini Jawaban Juliyatmono

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Keputusan memasangkan Juliyatmono-Rober Christanto pada Pilbup Karanganyar 2018 di luar skenario kubu koalisi Yu-Ro jilid I. Secara pribadi, Juliyatmono merasa berada di posisi sulit.

“Tidak ada alasan pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo berpisah. Kami sangat kompak. Bahkan menjadi panutan masyarakat selama bersama memimpin Karanganyar,” kata calon bupati petahana Juliyatmono kepada wartawan, Senin (8/1) sore.

Menurutnya, sinyal-sinyal pecah Yu-Ro (Juliyatmono-Rohadi Widodo) sudah muncul dalam Munaslub Parti Golkar. Terkait hal itu, ia mengingatkan Rohadi Widodo selaku kader PKS agar mendesak jajaran pusat partai itu segera merestui Yu-Ro jilid II.  

“Selama ini kami saling melengkapi. Tidak akan berubah, namun DPP Golkar berkata lain, memutuskan Juliyatmono-Rober Kristanto,” katanya.

Secara pribadi, berat bagi dirinya mengingkari komitmen bersama Rohadi Widodo, kader terbaik PKS itu. Enam bulan lalu, DPD Partai Golkar Jawa Tengah merestuinya maju kembali menjadi calon bupati di Pilbup 2018. Sedangkan untuk wakilnya, Juliyatmono diberi kebebasan memilih. Tanpa ragu, ia menyodorkan pendampingnya Rohadi Widodo, pria yang selama empat tahun terakhir bersama dirinya memimpin Karanganyar. Pengusulan Yo-Ro jilid II juga direstui PKS Karanganyar. 

“Bukan keinginan saya. Tidak juga menilapkan. Semua keputusan di tangan pimpinan tingkat pusat. Saya sendiri hanya kader. Mereka memiliki visi yang belum bisa saya maknai. Selepas itu, ini panggilan yang harus dilakukan dan diamankan,” kata pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Karanganyar ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge