0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilgub Jateng, DPRD Minta KPU Benar-Benar Netral

Kunjungan kerja Komisi A DPRD Jateng ke kantor KPU Klaten (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jateng Juni mendatang menciptakan Pemilu yang Luber dan Jurdil. Sehingga menghasilkan gubernur dan wakil gubernur yang terpilih secara legitimasi.

“Bagaimana KPU menjamin dan melayani ke semua tim sukses (Timses) pasangan calon betul-betul netral. Sehingga kepala daerah yang terpilih itu secara jujur, adil dan legitimasi,” kata Anggota Komisi A DPRD Jateng, Samsul Bachri, di Kantor KPU Klaten, Selasa (9/1).

Anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini juga menyampaikan, anggaran penyelenggaran Pilgub Jateng 2018 melalui APBD Jateng 2017 mencapai Rp 1,3 triliun. Mengingat hal itu, pihaknya berharap kinerja KPU maupun badan penyelenggara ad hoc, yakni personel Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), tidak terkendala anggaran.

“Ada 1,3 triliun yang kita siapkan. Sedangkan untuk KPU Rp 992 miliar. Dari sisi anggaran ini luar biasa besarnya yang bahkan melebihi APBD sebuah kota. Sehingga masyarakat yang sudah punya hak pilih betul-betul bisa menggunakan hak pilihnya. Karena itu hak konstitusi warga dan satu suara aset berharga bagi siapapun,” pesan Samsul Bachri dalam kunjungan kerja Komisi A DPRD Jateng.

Menanggapi itu, Ketua KPU Klaten Siti Farida mengatakan, personel PPK dan PPS di Klaten berkomitmen untuk menyelenggarakan Pilgub Jateng sebagai tugas negara. Adapun alokasi dana yang diterima KPU Klaten untuk Pilgub Jateng sebesar Rp 34 miliar.

“Kami dan para camat juga selalu ‘jogo projo’ dari mikrokosmis sampai makrokosmis. Artinya, kalau misalnya ada PPK yang berbuat salah tentu membikin malu camatnya. Belum lurahnya. Oh itu asal desanya dari mana, anaknya siapa,” ucap Farida.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge