0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Komitmen Petani Pemegang Sertifikat Organik

Ladang pertanian organik milik Poktan Sumber Mulyo, Nglebak, Tawangmangu (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Kelompok tani (Poktan) pemegang sertifikat organik wajib konsisten menerapkan tata cara pengolahan ladang noninstan alias memakai semua unsur alami. Status poktan organik dapat dicabut apabila mereka melanggar komitmen itu.

“Seluruh tata cara organik diberlakukan. Memakai pupuk padat (kandang), obat buat sendiri alias bukan pabrikan. Yang penting komitmen semua anggota tidak beralih ke instan. Memang prosesnya harus diikuti sesuai standar,” kata Ketua Kelompok Tani Sumber Mulyo Nglebak, Tawangmamgu, Karanganyar, Hartono kepada Timlo,net, Minggu (7/1). 

Poktan ini diberi pendampingan Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar dalam memperoleh sertifikasi organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (Lesos). Status itu juga disematkan ke Poktan Pandan Sari Desa Pendem, Mojogedang.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar Supramnaryo mengatakan, Pemkab berkewajiban memberikan stimulan ke petani dalam upaya mendorongnya ke sistem pertanian organik. Termasuk mendampingi pengajuan sertifikatnya. 

“Tahun 2017, dua Poktan mendapatkan status organik. Sebenarnya kami mendorong banyak poktan, namun penerapan sistem itu membutuhkan komitmen seluruh petani. Pengawasan dari lembaga juga ketat,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge