0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Menemu Baling Bantu Menuangkan Karya Ilmiah

Karanganyar — Metode menulis dengan mulut, membaca dengan telinga (Menemu Baling) dipakai dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Gerakan Literasi Produktif Berbasis IT oleh IGI pada Program Satu Guru Satu Tablet (Sagusatab). Metode ini memudahkan seorang guru dalam membuat karya tulis ilmiah.

“Menemu atau menulis dengan mulut, berarti mengganti semua aktivitas menulis di keyboard tablet atau telepon pintar dengan ucapan. Jadi setiap kata yang diucapkan langsung tertulis pada mesin pencatat saat itu juga,” kata Ketua IGI Karanganyar, Giyarto dalam rilis Dishubkominfo Karanganyar yang diterima Timlo.net, Senin (8/1).

Sedangkan untuk membaca dengan telinga, kita tinggal mendengarkan saja dari mesin pembaca. Dokumen teks bisa berupa file Pdf, Word, Ppt, blog dan email.

Program itu menguntungkan bagi hampir semua profesi, terutama yang ada hubungannya dengan kegiatan tulis menulis. Sebab, dapat dilakukan dimana dan kapan saja.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda Karanganyar, Bachtiar Syarif, saat memberikan sambutan pembukaan, Minggu (07/01) di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarspus) Kabupaten Karanganyar mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Guru dengan mudah memanfaatkan metode ini. Aplikasi ini juga pengembangan teknologi yang kedepan digunakan, sehingga dunia pendidikan di Kabupaten Karanganyar tidak ketinggalan, bahkan bisa bersaing dengan daerah lain,” kata Asisten Pemerintahan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge