0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Guru Papua Studi Banding ke SD Muhammadiyah 1 Solo

Puluhan Guru SD Muhammadiyah Abepura, Papua mengadakan studi banding ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo, Senin (8/1) (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Puluhan Guru SD Muhammadiyah Abepura, Papua mengadakan studi banding ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo, Senin (8/1).

“Ada 21 perwakilan mulai dari kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan  SD Muhammadiyah Abepura saling berbagi dan menimba ilmu di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta,” ungkap Kepala SD Muhammadiyah Abepura, Papua, Wiji kepada wartawan, seusai diterima Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti beserta jajarannya.

Dalam kunjungan, menurut Wiji, mereka ingin mendapatkan informasi tentang keberhasilan SD Muhammadiyah 1 Solo karena sering dibicarakan di kalangan guru tetapi belum tahu kondisi yang sebenarnya. Terutama tentang lokasi sekolah, kurikulum, kegiatan kesiswaan dan sistem administrasi sekolah. Selain itu, acara ini merupakan silaturahmi untuk mempererat rasa persaudaraan, persatuan sesama guru dan kemajuan sebagai anak bangsa Indonesia.

“Tujuan studi banding kali ini adalah perlu kiranya warga sekolah khususnya para guru dan karyawan SD Muhammadiyah Abepura diberikan pengenalan, wawasan, inovasi dan kreasi dari sekolah yang berkemajuan dengan latar belakang serta kondisi yang berbeda yang selama ini namanya sering dibicarakan dikalangan guru, juga  ingin mendapatkan informasi tentang urusan kurikulum, kesiswaan, sarana/prasarana dan humas, pendidik dan tenaga kependidikan, ketatausahaan serta laboratorium dan acara silaturahmi, serta saya mengaku kagum atas prestasi yang telah diraih,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Sri Sayekt menyatakan, momentum ini mampu menjadi media silaturahmi dan cukup berbangga sebagai warga persyarikatan bisa berbagi untuk mendidik generasi anak bangsa di era kemajuan teknologi informasi.

Sri Sayekti  mengajak seluruh peserta studi banding untuk mengenal lebih dekat tentang potensi sekolah. Tidak hanya di bidang akademis, tetapi juga potensi yang lain, seperti dalam bidang Badan Usaha milik sekolah, kantin sehat, dokter kecil, antar jemput hingga proses pendirian radio streaming bidang pendidikan. Setelah sharing dan bertukar informasi, peserta rombongan kemudian keliling komplek sekolahan untuk melihat langsung aktivitas kegiatan belajar mengajar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge