0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembeli Hasil Kayu Jarahan Pernah Terlibat Pembunuhan

Polres Wonogiri rilis kasus enam pelaku pembalakan liar di hutan milik negara (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Dari enam pembalak liar di hutan milik Perhutani RPH Cubluk, Desa Keloran Selogiri yang diamankan petugas, Rabu (3/1), salah satunya merupakan residivis. Pelaku berinisial WD (54), warga Timang, Wonokerto, Wonogiri ini pernah menjalani hukuman selama beberapa tahun di Rutan Wonogiri.
“Pelaku WD, dalam kasus illegal logging ini berperan sebagai pembeli kayu hasil pembalakan liar di hutan milik negara,” papar Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede didampingi Kasatreskrim AKP Muhamad Kariri, Senin (8/1).
Dari informasi, WD yang juga pembeli hasil kayu jarahan itu pernah terlibat kasus pembunuhan di era tahun 1990-an silam dan bahkan akibat perbuatannya itu menghantarkan pria beranak satu itu ke Rutan Kelas II B Wonogiri menjalani putusan PN Wonogiri.
“Ia pernah divonis PN Wonogiri selama empat tahun,” paparnya.
Sementara itu, WD saat dikonfirmasi awak media mengaku membeli kayu hasil jarahan itu dengan harga murah. Sebanyak 29 batang dari empat pelaku seharga Rp 900 ribu. Menurut rencana, kayu-kayu itu setelah terkumpul akan dijual kembali. Kayu jenis sono keling yang ia beli tersebut berukuran dan berdiameter bervariasi.
“Andai saja, kalau saya tahu kayu-kayu itu hasil pencurian saya tidak mau membelinya,” kilahnya.
Seperti diketahui, WD diamankan petugas bersama lima rekannya yakni AW (31), warga Timang Wetan, Wonokerto, lalu SG (27), Suanardi (39), SY (33), SM (63) warga Keloran, Selogiri. Akibat perbuatannya, mereka pun dijerat dengan Pasal 82 dan Pasal 83 ayat (1) huruf a jo pasal 12 huruf d dan atau Pasal 87 ayat (1) huruf a jo pasal 12 huruf m UURI No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge