0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pulang Hajatan, Dua Anggota Pencak Silat Dihajar 8 Orang 

Korban pengeroyokan saat dirawat di Puskesmas Mondokan (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — Nasib malang dialami Eko Setiawan (34), warga Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Usai menghadiri hajatan salah satu kawannya di Kecamatan Mondokan, dia dihajar oleh delapan orang tak dikenal.
“Korban mengalami luka robek di dahi, memar pada pinggang belakang sebelah kanan dan memar pada tangan kanan,” kata Kapolsek Mondokan AKP Kabar Bandiyanto, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Minggu (7/1).
Kejadian itu pada Minggu dinihari sekitar pukul 00.45 WIB. Berawal saat korban, Eko Setiawan berboncengan motor bersama rekannya, Agus Septian (19), warga Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang pulang dari menghadiri hajatan. Di tengah jalan, tepatnya di Dukuh Kukunrejo, Desa Gemantar Kecamatan Mondokan, keduanya dihadang oleh delapan orang tak dikenal.
Keduanya langsung dikeroyok oleh delapan orang itu hingga babak belur. Usai dikeroyok Eko melaporkan kejadian itu ke Polsek Mondokan. Lantaran luka parah, keduanya mendapat perawatan di Puskesmas Mondokan.
Dari keterangan Eko, delapan orang itu langsung memukuli dirinya mengenai dahi, ditendang dari belakang, sehingga mengalami luka robek didahi, pinggang belakang dan memar pada tangan sebelah kanan. Sedangkan temannya, Agus Septian mengalami luka lecet pada alis sebelah kiri.
Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyampaikan, kedua korban adalah anggota perguruan pencak silat Kera Sakti. Untuk itu, pihaknya meminta masalah ini segera diusut tuntas, dengan menemukan delapan orang pelaku tersebut untuk diproses hukum.
“Ini sebagai upaya detterence effect penjeraan, serta untuk menghindari adanya upaya balas dendam dan ekses lainnya,” terangnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge