0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tren Terbaru Di Thailand, Pria Putihkan Alat Kelamin

Perawatan pemutihan alat kelamin dengan laser. (nextshark.com )

Timlo.net—Sebuah klinik di Bangkok, Thailand menjadi viral setelah menawarkan perawatan untuk mengubah pigmentasi kulit pada wilayah pribadi mereka. Klinik bernama The Lelux Hospital itu sudah dikenal masyarakat yang ingin memutihkan bagian tubuh mereka. Sekarang mereka menawarkan sebuah layanan baru menggunakan laser untuk memutihkan alat kelamin pria. Setiap harinya, ada tiga hingga empat klien yang menggunakan layanan baru itu.

Prosedur itu menimbulkan kontroversi di televisi Thailand dan sosial media. Terutama setelah klinik itu merilis foto-foto seorang pria berbaring di meja menjalani prosedur itu, minggu lalu.

“Sekarang ini ada banyak orang meminta hal ini. Kami memperoleh sekitar 100 klien per bulan, tiga hingga empat klien per hari,” ujar Bunthita Wattanasiri, seorang manajer di departemen kulit dan laser di Lelux Hospital dilansir dari Nextshark.

“Kami harus berhati-hati karena itu adalah bagian sensitif tubuh,” tambahnya.

Rumah sakit itu mulai menawarkan perawatan enam bulan lalu setelah seorang klien pria datang. Dia mengeluhkan bagian gelap pada alat kelaminnya. Sekarang lebih dari 100 pria mengunjungi rumah sakit itu setiap bulannya. Sebagian besar klien berusia 22 hingga 55 tahun, ungkap Bunthita. Sebagian besar pengguna layanan itu juga anggota komuinitas LGBTQ di Thailand.

Prosedur itu memerlukan biaya sekitar $650 untuk lima kali sesi. Sebuah posting Facebook yang ditulis pegawai Lelux Hospital mempromosikan perawatan pemutih alat kelamin itu dibagikan 20 ribu kali dan memperoleh komentar 11 ribu kali. Sebagian besar mengungkapkan keterkejutan mereka terhadap perawatan itu. “Tidak ada rasa sakit, tidak perlu pemulihan,” tulis Attitayapa Photiya, seorang pegawai rumah sakit. Tahun lalu, dia menimbulkan kontroversi di antara warganet terkait produser alat kelamin wanita 3D. Dalam prosedur itu wanita menyuntikkan lemak mereka sendiri ke alat kelamin mereka supaya terlihat berisi.

Attitayapa juga memposting perawatan laser pemutih untuk alat kelamin wanita. Tapi layanan itu tidaklah begitu banyak dibagikan. Tren untuk membuat kulit orang lebih putih dianggap mempromosikan rasisme. Sebuah iklan pada Januari 2016 menyertakan slogan bertuliskan, “Warna putih membuat Anda menang.”

Para ahli di Thailand juga merasa terganggu dengan tren ini. “Kulit bagian pribadi adalah kulit yang sensitif. Perawatan laser seperti itu bisa menyebabkan iritasi, alergi dan peradangan,” ujar wakil direktur jenderal Departemen Pelayanan Kesehatan, Dr. Thongchai Keeratihuttayakorn.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge