0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aplikasi Siaga Air Bersih Antarkan UNS Juara TOP Generation Challenge

Ratih Rachmatika memperlihatkan hasil karyanya. (foto: Tyo Eka)

Solo – Tim mahasiswa Fakutas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menorehkan prestasi. Kali ini menjadi juara 1 startup dengan membuat aplikasi SIAB (Siaga Air Bersih) pada Grand Final TOP Generation Challenge.

Tim pemenang SIAB (Siaga Air Bersih) beranggotakan 3 mahasiswa fakutas teknik terdiri dari Ratih Rachmatika, mahasiswa Teknik Elektro, Sifa’us Wulaning Arsri Teknik Elektro dan Muhammad Imam Teknik Sipil.

“TOP Generation Challenge adalah sebuah program yang bertujuan mendorong generasi muda dengan rentang usia 18-35 tahun untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan membangun usaha rintisan,” ungkap Ratih kepada wartawan, di kampus UNS, Solo, Sabtu (6/1).

Menurut Ratih, TOP Generation Challenge diselenggarakan oleh Top Coffee salah satu merek kopi tanah air bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Ada dua kategori yang dikompetisikan dalam TOP Generation Challenge yaitu pre-startup dan startup.

Ratih mengemukakan, aplikasi SIAB adalah alat dan aplikasi yang digunakan untuk monitoring dan distribusi air bersih berbasis Internet of Things. Ide yang muncul karena seringnya terjadi banjir di Bengawan solo yang menyebabkan kualitas air menurun dan masyarakat sulit mendapat air bersih.

“Termasuk PDAM juga mengambil instalasi air dari sungai bengawan Solo,” ungkapnya.

Juri memilih SIAB menjadi juara 1, menurut Ratih, lantaran pihaknya membawa prototipe produk. Produknya cenderung ke arah teknologi dengan pemanfaatan sensor-sensor yang waterproof dan aplikasi smartphone.

“Jadi kami membuat alat dan aplikasi serta produk kami memiliki dampak sosial terhadap masyarakat,” jelas mahasiswa Elektro Fakultas Teknik UNS itu.

Pemilihan pemenang, menurut Ratih, tidaklah mudah. Top Coffee melalui situs www.topgeneration.id menerima ribuan proposal. Sekitar 1300 proposal. Dewan juri kemudian menyeleksi peserta secara online menjadi lima finalis untuk masing-masing kategori.

Dengan juri Andrew Darwis (Founder Kaskus), Ni Luh Djelantik (BEKRAF) dan Tim Akademisi FE Unika Atmajaya. Kemudian kesepuluh finalis tersebut diseleksi lagi untuk menentukan pemenang.

Kriteria penilaian dewan juri mengacu pada kekuatan keaslian ide, kreatifitas, potensi dan data, serta dampak sosial.

Kedepan aplikasi akan dilakukan pengembangan dan pengembangan Recycle secara digital. Sehingga setiap orang bisa mendapatkan air bersih hanya dengan sekali klik dari smartphone, Packaging produk yang lebih ringkas, Mendistribusikan alat ini ke daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih.

“Untuk itu kami bekerja sama dengan sektor industri dan Pengembangan big data dengan NB IoT (Narrow Bands- Internet of things),” ungkap Ratih.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge