0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kisah Muhadi, Pembuat Taman yang Belajar Otodidak

Muhadi berdiri di sebuah taman hasil karyanya. (foto: Agung Widodo)

Sragen – Tangannya bergerak begitu lincah saat menuangkan adonan semen ke sebuah dinding. Ada yang berbentuk bebatuan, tebing dan pohon. Sedangkan di bawahnya terdapat kolam ikan lengkap dengan air mancur yang menimbulkan bunyi gemericik seolah memang terjadi di alam sesungguhnya.

Sementara untuk lebih mempercantik keindahan, dibuat lukisan pemandangan alam, lengkap dengan pepohonan dan langit yang berwarna biru.

Itulah salah satu hasil dari goresan tangan Muhadi (48), warga Gerdu RT 3, Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, Sragen yang berprofesi sebagai pembuat taman. Sudah lebih dari 16 tahun dia menggeluti profesi membuat taman, tebing dan melukis gedung.

Perjalanannya memang cukup panjang untuk bisa terkenal seperti sekarang ini. Berawal dari senang melukis yang kemudian menuntun Muhadi menggeluti profesi tersebut. Kariernya diawali pada tahun 1989 lalu di Jakarta dengan melukis foto dan poster film gedung bioskop.

“Dulunya hanya melukis foto dan poster film gedung bioskop. Dulu kan gedung bioskop ada poster film yang sedang diputar. Nah saya yang melukis itu,” kata Muhadi kepada Timlo.net belum lama ini.

Muhadi menyampaikan, selama 15 tahun di Jakarta banyak pengalaman yang dia jalani bersama teman-temannya di sanggar lukis.

Mulai tahun 1991 dia lambat laun meninggalkan sanggar lukis dan mulai beralih ke semen, batu alam dan patung. Namun tetap tidak lepas dari esensi melukis yang memang telah lama digeluti. Hanya saja lukisan itu dituangkan dalam bentuk semen, batu alam dan taman.

Muhadi mengaku, tidak pernah belajar secara formal untuk menekuni profesinya. Semua keahliannya mulai dari lukis dan membuat taman adalah otodidak.

“Semua itu otodidak, semua belajar sendiri. Itu insting saya bisa tumbuh dan tidak ada yang mengganggu. Misalnya kalau saya mau bikin patung atau lukisan, itu sudah ada insting. Kalau saya mau bikin taman, lihat lokasi sudah punya gambaran nanti dibikin seperti ini. langsung fokus,” terangnya.

Telah banyak karya yang dibuat Muhadi. Dia juga banyak mendapat panggilan untuk membuat taman, tidak hanya di Sragen, tapi juga di beberapa kota seperti Surabaya, Madiun, Ngawi, Jombang, Jepara, Purwodadi,Yogyakarta bahkan sampai Sumatera.

“Panggilan untuk membuat taman itu dari mulut ke mulut. Prinsipnya, kalau hasil karya kita bagus, pasti dicari orang,” ujar Muhadi.

Untuk Sragen sendiri, Muhadi juga pernah membuat taman di beberapa kantor, sekolahan dan rumah pejabat. Salah satu karyanya yang bisa dilihat adalah taman Polres Sragen.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge