0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tak Ingin Tanggung Malu, Reni Nekat Aborsi

Tersangka aborsi, Reni warga Canden, Sambi, saat di Mapolres Boyolali (foto: Nanin)

Boyolali – Penyidik Polres Boyolali terus melakukan penyelidikan terkait kasus aborsi yang dilakukan Reni (19) warga Dusun Tegalsari, Desa Caden, Sambi. Tersangka Reni, yang saat ini sudah ditahan, mengaku nekat melakukan aborsi karena tak mau menanggung malu atas kehamilannya diluar nikah.

“Saya hamil dengan pacar saya, tapi dia meninggalkan saya saat tahu saya hamil,” kata Reni ditemui di Mapolres Boyolali.

Reni mengaku sakit hati ditinggal pacarnya. Apalagi dengan kondisi sedang hamil. Karena tak ingin menanggung malu, Reni kemudian nekat menggugurkan kandunganya dengan meminta bantuan bidan Airin, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk mengugurkan kandungannya, Reni membayar Rp 4 juta kepada bidan Airin, tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit swasta di Solo.

“Saya memutuskan aborsi setelah diputus pacar saya,” ujar Reni yang masih enggan menyebut identitas sang pacar.

Sementara itu, Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, mengungkapkan pihaknya masih melakukan pengembangan, termasuk memeriksa sejumlah saksi. Di sisi lain, kedua tersangka aborsi, Reni dan Airin, saat ini dititipkan ke Rutan Boyolali.

“Kita titipkan di rutan, karena di Polres belum memiliki ruang tahanan khusus wanita,” kata Kapolres, Sabtu (6/1).

Terungkapnya kasus aborsi ini, berkat laporan warga yang menemukan kuburan orok bayi berjenis kelamin laki-laki di belakang rumah tersangka Reni, Rabu (3/1) lalu.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge