0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penyebar Hoaks Anggota DPR Ditangkap Polisi

Anggota DPR Mulyadi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri menangkap penyebar berita hoaks terhadap anggota DPR Fraksi Demokrat Mulyadi. Kanit III Subdit II Bagian Penindakan Siber Bareskrim Polri, AKBP Irwansyah mengatakan bahwa pelaku tersebut bernama Zaenal Arifin yang mengaku Pemimpin Redaksi (Pimred) sekaligus penulis berita hoaks di media bodongnya yang berpusat di daerah Pati, Jawa Tengah.

“Terlebih dahulu kita koordinasi dengan Dewan Pers, ternyata medianya tidak terdaftar, oleh sebab itu kami melakukan penangkapan Kamis malam tadi,” kata AKBP Irwansyah saat dikonfirmasi, Jumat (5/1).

Zaenal Arifin disebut menulis bahwa Mulyadi melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Zaenal juga telah mengakui perbuatannya itu.

“Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan memang mengakui bahwa yang bersangkutan ini adalah Pemred juga sebagai admin. Dia (Zaenal) mengakui waktu itu memalsukan berita tersebut karena pada saat itu viral,” ujarnya.

Sementara itu, Mulyadi beserta kuasa hukumnya M Adiwira Setiawan mengapresiasi kepolisian khususnya Dit Cyber Crime Bareskrim Polri, yang telah merespon dengan cepat.

Mulyadi merasa namanya telah dicemarkan oleh Zaenal yang mengaku jika berita tersebut tak benar alias bohong dan berasal dari sumber yang tidak valid.

“Saya dan kuasa hukum saya sangat mengapresiasi kinerja Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri yang sangat cepat dan profesional menangani kasus ini di mana perbuatan yang dilakukan pelaku itu sejatinya telah mencemarkan nama baik dan menjatuhkan harkat martabat orang, sehingga kejadian ini juga merupakan pembelajaran bagi siapapun yang akan melakukan penyebaran berita di media yang sumbernya tidak valid,” ucapnya.

Mulyadi menduga, pemuatan berita bohong tersebut diduga bertujuan untuk merusak nama baiknya. “Berita pelanggaran kode etik terhadap dirinya ke MKD ternyata di buat oleh media abal-abal dengan tujuan agar banyak dibaca oleh orang, tanpa memikirkan akibat tercemarnya nama baiknya di masyarakat,” ujarnya.

Terkait berita yang mencatut nama MKD tersebut, setelah dikonfirmasi oleh Mulyadi, Sekretariat MKD menyatakan tidak tau menahu dan menyatakan bahwa informasi yang menyebutkan berasal dari MKD adalah bohong.

“Mulyadi mengambil langkah hukum terhadap kejadian ini dan pelaku ini baru satu yang ditangkap saya minta diusut sampai tuntas apabila ada lagi pelakunya, dimana penyidik telah mengidentifikasi pelaku lainnya yang ada di sumatera barat. Untuk itu, tentu terhadap tindakan tersebut saya akan mengambil tindakan penegakan hukum,” ujarnya.

Atas perbuatanya, Zaenal disangkakan pasal 45 ayat 3 Juncto 27 ayat 3 dengan ancaman hukum 4 tahun penjara. [rzk]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge