0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

I Ketut Sudikerta Akhirnya Legawa ’Hanya’ Cawagub Bali

Golkar cabut dukungan ke Ketut Sudikerta di Pilgub Bali (merdeka.com)

Timlo.net – Ketua DPD I Golkar Bali I Ketut Sudikerta akhirnya legawa dicalonkan sebagai bakal calon wakil gubernur oleh partainya. Golkar awalnya mengeluarkan SK Sudikerta sebagai cagub, namun belakangan dievaluasi menjadi cawagub.

Sudikerta sudah dua periode sebagai Wakil Bupati Badung, kemudian lima tahun jadi wakil gubernur Bali dampingi Mangku Pastika.

Sudikerta sempat menolak dicalonkan jadi Cawagub, namun akhirnya dia melunak. SK Golkar mendukung Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta sudah dikeluarkan oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Menurut Sudikerta, demi keinginan rakyat Bali, dirinya siap menjalankan penugasan ini. Selain itu, demi loyalitasnya sebagai kader, Sudikerta juga menerima penugasan sebagai Cawagub, meski ini berat.

“Demi rakyat Bali, saya siap untuk jadi calon wakil gubernur. Kesiapan saya sudah bulat dan ini bukti keloyalitasan saya terhadap partai,” kata Sudikerta, usai menerima rekomendasi dari Partai Golkar di Jakarta, Jumat (5/1) via telepon.

Sudikerta mengaku, sesungguhnya keputusan tersebut sangat berat diterimanya. Namun dirinya menegaskan, semua dilakukan untuk Bali dan harus berani berkorban demi Bali.

“Ini sebenarnya berat bagi saya, karena saya sudah memegang rekomendasi Cagub sebelumnya. Namun saya akhirnya terima jadi Cawagub, demi Bali,” tegasnya.

Dia menambahkan, amanat DPP Partai Golkar melalui Ketua Umum Airlangga Hartarto sudah jelas. Acuan survei yang menyatakan bahwa Rai Mantra – Sudikerta paling tinggi, jadi acuan mutlak dalam mengambil keputusan. Itu pula sebabnya, Sudikerta diminta agar mau menjadi nomor dua.

“Intinya, di partai ada reward dan punishment, yaitu penghargaan dan sanksi. Jika berprestasi, jelas mendapatkan penghargaan. Namun jika tidak menjalankan perintah dan tugas partai, pasti akan mendapatkan sanksi. Kalau saya menolak sebagai Cawagub, tentu ada sanksinya,” tutup pria asal Bukit Pecatu Kuta Selatan, ini.

Secara terpisah di kubu lawannya, pasangan Wayan Koster – Tjokorda Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dari PDIP mendapat dukungan dari Partai Hanura.

Dengan bergabungnya Hanura, secara resmi ada empat partai politik pengusungan pasangan Koster-Cok Ace. Selain PDIP dan Partai Hanura, PAN dan PKPI juga mengusung duet Ketua DPD PDIP Provinsi Bali dan Ketua PHRI Bali itu.

Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali Made Sudarta, meyakinkan bahwa dari DPP Hanura telah merekomendasikan pasangan Koster dan Cok Ace untuk Pilgub Bali 2018.

“Ya, DPP Partai Hanura sudah melakukan rapat. Dan keputusannya, kita mengusung pasangan Koster – Cok Ace,” singkat Sudarta.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge