0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Metode Pembangunan Overpass Manahan Jadi Kriteria Penilaian Pemenang Lelang

Kawasan pembangunan Overpass Manahan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Metode pembangunan Overpass Manahan menjadi salah satu kriteria yang dinilai panitia lelang dalam menentukan pemenang. Pasalnya, urutan pembangunan overpass akan sangat mempengaruhi rekayasa lalu lintas di Solo selama pembangunan.

“Itu (metode pembangunan) jadi salah satu kriteria penilaian dari panitia lelang,” kata Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Solo, Joko Supriyanto saat ditemui di kantornya, Jumat (5/1).

Pembangunan overpass dipastikan akan berdampak besar pada lalu lintas di Solo terutama di wilayah sekitar lokasi proyek. Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPPJN) VII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) ingin agar dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin. Metode yang menimbulkan dampak paling sedikit terhadap lalu lintas akan mendapat poin lebih pada penentuan pemenang lelang. Pada metode tersebut di antaranya ditentukan urutan pengerjaan setiap bagian overpass.

“Misalnya, dikerjakan di bagian Utara rel dulu tentu akan berbeda dampaknya dibanding kalau dikerjakan bagian Selatan dulu,” ia mencontohkan.

Pada proyek pembangunan Overpass Manahan ini, pemenang lelang harus mengikuti basic design yang disusun Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan). Namun dalam menyusun Detailed Engineering Design (DED), kontraktor masih memiliki ruang gerak dalam mengerjakan detil overpass.

“Untuk detilnya seperti pemilihan bahan dan desain lampu kan tidak ditentukan di basic design. Ini jadi penilaian juga,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Hari Prihatno mengatakan metode yang akan digunakan pemenang mengerjakan Overpass Manahan akan menjadi pedoman Dishub menyusun rekayasa lalu lintas selama pembangunan. Karena itu, ia berharap pemenang lelang segera selesai sehingga pihaknya bisa berkoordinasi mengerjakan rencana rekayasa lalu lintas.

“Kita kan masih ingin ada satu kali lagi simulasi (lalu lintas selama pembangunan overpass). Makanya kita masih menunggu mereka metodenya seperti apa. Yang mau dibangun bagian mana dulu,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge