0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Harga Minyak Diprediksi Naik, Investasi Migas Bergerak Positif

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Harga minyak dunia diprediksi akan terus bergerak naik hingga USD 60 per barel. Kondisi ini akan berdampak positif pada iklim investasi migas Tanah Air.

“Tahun lalu harga minyak USD 40 per barel, hari ini sudah USD 60 per barel. Bagi investor ini up size standing money, harga minyak naik, kita berharap eksplorasi bisa lebih giat lagi,” ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi di Jakarta Selatan, Jumat (5/1).

Untuk diketahui, dalam paparan ‘Capaian Kinerja Hulu Migas Tahun 2017’, SKK Migas mencatat realisasi investasi tahun 2017 sebesar USD 9,33 miliar dari kesepakatan dalam WP&B yang sebesar USD 12,29 miliar.

Dari jumlah tersebut, investasi untuk blok eksplorasi hanya sebesar USD 180 juta, sedangkan Investasi di blok eksplorasi sebesar USD 9,15 miliar.

Amien mengatakan, masih rendahnya investasi di WK eksplorasi berhubungan dengan perizinan. Jadi mulai dari studi, seismic hingga pemboran eksplorasi banyak berinteraksi dengan perizinan.

“Oleh karena itu, SKK Migas ke depan akan membantu K3S mempercepat menyelesaikan perizinan yang diurus,” ujarnya.

Kemudian, eksplorasi jugas berhubungan dengan kondisi global salah satunya harga minyak dunia.

“Kalau diharapkan berapa, tentu targetnya besar. Tapi kita harus realistis,” tandas dia.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge