0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Oknum Polisi Rampas Uang Bank, Sekap Karyawan di Mobil

Polisi perlihatkan barang bukti kejahatan pelaku (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang oknum polisi anggota Polres Tabalong, Polda Kalimantan Selatan, Brigadir Polisi Jumadi diduga melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap karyawan Bank Mandiri Cabang Tanjung. Pelaku melakukan kejahatannya saat mengawal pengiriman uang kas dari Cabang Banjarmasin ke Cabang Tabalong. Dalam aksinya, pelaku membawa uang Rp 10 miliar dan USD 25.000.

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan, AKBP M. Rifai mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah direncanakan oleh pelaku untuk menggasak uang milik kas Bank Mandiri. Kejadian awal ini sekitar pukul 06.30 WITA, seorang karyawan bank, Gugum, menjemput pelaku di rumahnya untuk mengawal pengambilan uang di Kantor Bank Mandiri Cabang Banjarmasin.

“Lalu jam 07.30 WITA pelaku menghubungi anggota Polres Tabalong untuk pinjam pakai senjata api dan ijin tidak melaksanakan apel karena akan melaksanakan giat pengawalan bank,” kata Rifai, Jumat (5/1).

Kemudian, sekitar pukul 08.00 WITA pelaku dan korban memulai perjalanannya dari Polres Tabalong, setelah pelaku meminjam pakai senjata api dan menuju Banjarmasin dengan menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi DS 1182 KE.

“Sekitar jam 13.00 WITA tiba di Bank Mandiri Cabang Banjarmasin, Jalan Pangeran Samudera. Kemudian korban Atika dan Gugum masuk ke dalam Bank mengambil uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 6 miliar, pecahan Rp 50 ribu sebanyak Rp 4 miliar dan pecahan USD 100 sebanyak USD 25.000,” ujarnya.

Setelah mengambil uang, sekitar pukul 13.30 WITA, mereka pun menuju Tabalong dan bermaksud untuk mampir makan siang di rumah makan Wong Solo, sekitar bundaran Banjarbaru.

“Jam 14.30 WITA, selesai makan siang dan pada saat akan persiapan naik mobil tiba-tiba bergabung pelaku (X) identitas dalam lidik yang menumpang dan rencana akan mengambil sesuatu di Martapura sehingga mobil mengarah ke Polsek Martapura Kota, kemudian di persimpangan Polsek belok kiri dan selanjutnya belok kiri,” jelasnya.

“Dan ketika di lokasi yang agak sepi pelaku oknum anggota Jumadi menodong driver sodara Gugum dengan senpi dinas dan pelaku kedua (X) mengancam Atika seolah-olah gunakan senpi karena diikuti kalimat; ‘turuti saja perintah Jumadi kalau tidak saya bolongin kaki kamu’ dengan logat Tabalong yang kental,” sambungnya.

Selanjutnya, kedua korban diikat, Gugum diikat dengan borgol, dilakban mata dan mulut sedangkan Atika kedua tangan, kaki, mata dan mulut di lakban. Kemudian Gugum diperintahkan untuk pindah ke kursi samping driver dan Jumadi yang mengemudikan mobil tersebut.

“Korban sempat beberapa kali melihat melalui celah lakban bahwa kendaraan berbalik arah menuju Banjarmasin karena melalui bandara dan melalui bundaran Liang Anggang serta mendengar bunyi kendaraan besar yang melintas,” ucapnya.

“Korban juga beberapa kali mendengar kegiatan para pelaku dimana sekitar 15 menit setelah bergerak ke arah Banjarmasin pelaku turun keluar dari mobil, kemudian obrolan telepon pelaku oknum anggota yang beberapa kali menyatakan bahwa tempat masih ramai dan pelaku beberapa kali mengeluarkan uang dari bagasi belakang yang diduga dipindahkan ke kendaraan lain,” tandasnya.

[ded]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge