0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Komplotan Penebang Liar Hutan Lindung Terancam Denda Miliaran

Barang bukti kasus illegal logging di Wonogiri (dok.timlo.net/ist)

Wonogiri — Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus illegal logging atau penebangan liar yang terjadi di kawasan hutan Perhutani, Keloran, Selogiri, Wonogiri. Enam pelaku yang kini ditahan terus dilakukan pemeriksaan intensif, termasuk pengecekan asal usul kayu.

“Enam pelaku ini memiliki peran berbeda dalam kasus illegal logging tersebut, sehingga pasal yang kita terapkan pun berbeda-beda,” kata Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Muhamad Kariri mewakili Kapolres AKBP Robertho Pardede, Jumat (5/1).

Dijelaskan, rencananya kayu jenis sono keling hasil jarahan tersebut oleh pembeli, dalam hal ini Widodo (53) warga Timang Wetan RT1/RW1, Desa Wonokerto, Wonogiri untuk dijual kembali.

“Tersangka kita terapkan Pasal 83 ayat (1) huruf a  jo pasal 12 huruf d dan atau Pasal 87 ayat (1) huruf a Jo pasal 12 huruf k UURI No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar,” kata Kasatreskrim.

Sementara itu, empat orang pelaku lainnya yang diamankan yakni Sugiyanto (31) warga Cemetuk, Tawangsari, Sukoharjo, Sriyanto (27), Sunardi (39) dan Sadimin (52) warga Keloran, Selogiri di dalam kasus tersebut berperan sebagai tenaga penebang dan sekaligus penjual kayu hasil jarahan. Sedang pelaku Antonius Widayat (46) warga Timang, Wonokerto, Wonogiri, dalam kasus tersebut berperan sebagai sopir kendaraan pengangkut kayu tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge