0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penelitian Ungkap 3 Bahasa Asing yang Perlu Dipelajari Anak

Alaa Aljuba sedang mengajar Bahasa Arab (dok.timlo.net/tyo eka)

Timlo.net—Bahasa asing apakah yang harus dipelajari anak Anda supaya karir mereka kelak bagus? Untuk orang Indonesia, jawaban yang umum adalah Bahasa Inggris. Sementara bangsa Barat berbahasa Inggris, jawaban yang umum adalah Bahasa Spanyol. Hal ini karena selain Bahasa Inggris, ada banyak negara berbahasa Spanyol.

Tapi penelitian terbaru mengungkap ada 3 bahasa lain selain keduanya yang penting untuk dipelajari. Ketiganya adalah Bahasa Perancis, Jerman dan Mandarin. Penelitian itu dilakukan oleh the Centre for Economics and Business Research and Opinion bekerja sama dengan Heathrow Airport. Mereka mensurvei 2001 orang tua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Selain itu mereka melakukan survei tambahan terhadap lebih dari 500 pemilik bisnis di sepanjang UK.

Sebanyak 45 persen orang tua berkata anak-anak mereka tidak menguasai bahasa asing. Sementara 19 persen mengaku anak mereka tidak tertarik belajar bahasa baru. Satu dari sepuluh anak mengaku jika belajar bahasa asing terlalu sulit.

Penelitian itu menemukan jika Bahasa Perancis, Jerman dan Mandarin adalah tiga bahasa yang perlu dipelajari anak-anak. Ketiganya akan memberikan manfaat hingga sepuluh tahun ke depan. Keterampilan bahasa diharapkan menambah $500 miliar terhadap ekonomi di the UK pada 2027.

Profesor Developmental Linguistics di Edinburg University, UK dan Kepala Bilingualism Matters, Antonella Sorace berkata: “Penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya belajar bahasa untuk ekonomi the UK dan menunjukkan berapa banyak pintu terbuka untuk orang-orang yang belajar bahasa kedua saat masih anak-anak. Kami percaya belajar bahasa sangat bermanfaat untuk perkembangan anak dan merupakan investasi nyata untuk masa depan mereka: anak-anak yang belajar berbagai bahasa berbeda lebih sadar akan berbagai budaya berbeda, orang lain dan sudut pandang lain. Mereka juga lebih baik dibandingkan mereka yang hanya belajar satu bahasa dalam melakukan multitasking. Seringkali mereka adalah pembaca yang lebih canggih. Bilingualisme memberikan anak-anak begitu banyak hal bukan sekedar dua bahasa.”

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge