0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pria Ini Berprofesi Sebagai Pengarah Adegan Panas

Bercinta. (AllPoetry.)

Timlo.net—Di luar negeri ada beberapa film, serial televisi dan bahkan pertunjukkan teater yang memperlihatkan adegan intim. Beberapa sutradara ingin adegan itu terlihat sealami mungkin seperti yang dilakukan orang-orang di dunia nyata. Untuk mencapai hal ini, mereka biasanya memperkerjakan pengarah adegan panas.

Pria bernama Yehuda Duenyas berprofesi sebagai pengarah adegan intim. Dia menemukan bakatnya itu saat mengarahkan para pemain teater dalam pertunjukkan teater yang digarap Thomas Bradshaw pada 2007. Pada 2015, Thomas meminta bantuannya lagi untuk pertunjukkan teater yang dia garap berjudul “Fullfillment”. Lantas bagaimana tanggapan Yehuda? “Great. Saya akan jadi koreografer seks,” ujarnya dilansir oleh Refinery29.

Pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang lazim dikerjakan orang. Selain itu tidak ada gambaran yang jelas mengenai tugas seorang koreografer seks. Contoh serial televisi yang menggunakan penata adegan panas adalah “Westworld”. Sementara film “Wolf of Wall Street” yang dibintangi Leonardo DiCaprio juga menggunakan seorang penata adegan panas.

Yehuda menggambarkan kepada The New Yorker jika profesinya bertujuan menciptakan tempat yang aman untuk para aktor. Jadi mereka bisa mempersiapkan diri untuk memperagakan adegan panas secara bertahap. Dan hanya jika mereka sudah siap.

Penata adegan panas lainnya, Tonia Sina memberikan gambaran yang berbeda. Dia bekerja sebagai penata adegan panas dalam beberapa pertunjukkan. Kepada majalah Now Toronto, Tonia menjelaskan jika dia merancang adegan intim untuk para aktor. Jadi para aktor tidak perlu berimprovisasi.

“Hal ini menolong para aktor merasakan keintiman dengan cepat dan aman jika mereka punya teknik-teknik untuk menolong mereka menemukan chemistry dalam proses latihan. Teknik-teknik itu sangat efektif menolong membangun hubungan di panggung dan tidak hanya teknik seksual,” terangnya.

“Begitu mereka punya kerangka adegan panas itu, maka para aktor bisa merasa bebas berimprovisasi di dalam gerakan yang sudah saya rancang untuk mereka. Dan tidak ada kejutan. Tidak ada pertanyaan, ‘Kenapa tangannya menyentuh ini? Apa dia sengaja melakukannya? Apakah itu dia atau karakternya? Apakah saya punya perasaan untuknya sekarang? Apakah dia menyukaiku?” terang Tonia kepada The New York Times.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge