0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Probiotik Bisa Bantu Cegah Flu

Suplemen probiotik. (rd.com)

Timlo.net—Tubuh gemetaran, demam dan pegal linu adalah tanda-tanda Anda terkena flu. Penyakit itu menjadi pemicu tiga hingga lima juta penyakit parah. Selain itu ada sekitar setengah juta kematian di dunia disebabkan karena flu. Hal ini menyebabkan sekelompok peneliti dari Georgia State University di Amerika Serikat (AS) mencari alternatif suntikan flu. Mereka menemukan jika probiotik biasa (bakteri hidup yang baik untuk kesehatan) bisa mencegah flu. Probiotik juga bisa mencegah dampak flu yang lebih serius seperti pneumonia. Hasil temuan mereka ditulis dalam jurnal Scientific Reports.

Para peneliti tahu jika lactobacillus casei DK128 atau lebih umum dikenal sebagai bakteri asam laktat (LAB/ lactic acid bacteria) bisa menyediakan perlindungan parsial melawan penyakit yang disebabkan bakteri. Termasuk penyakit pneumonia, pilek dan flu. Tapi mereka awalnya belum mengetahui bagaimana hal ini terjadi. Untuk menjawab pertanyaan itu, para peneliti melakukan percobaan terhadap tiga kelompok tikus. Salah satu kelompok diberi LAB dalam dosis rendah. Kelompok kedua diberi LAB dalam jumlah tinggi. Kelompok ketiga tidak diberi LAB sama sekali, tulis Reader’s Digest.

Hasilnya penelitian itu:

-Tikus pada kelompok pertama (LAB dosis rendah) sembuh dari flu tapi turun berat badannya.

-Tikus pada kelompok kedua (LAB dosis tinggi) sembuh dari flu dan tidak turun berat badan.

-Tikus pada kelompok ketiga mengalami penurunan berat badan yang parah dan mati.

Para peneliti menyimpulkan jika probiotik membuat tikus memiliki daya tahan melawan infeksi kedua yang mematikan. Bakteri baik itu melindungi mereka dari akibat flu yang menurunkan berat badan. Perlindungan LAB juga tidak hanya pada satu jenis flu saja.

LAB sendiri ditemukan secara alami pada sayuran berfermentasi dan produk susu. Akan tetapi para ahli menyarankan masyarakat memakai suplemen probiotik. Hal ini karena sulit memperoleh dosis yang diperlukan hanya dari makanan mengandung LAB.

 

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge