0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemenlu Cek Info Militer Rusia Mendarat di Papua

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengecek kebenaran informasi kedatangan militer Rusia di Papua. Dikabarkan, militer Rusia menempatkan 110 tentara dan sejumlah pesawat militernya di Bandara Biak, Papua pada bulan lalu.

“Terkait dengan latihan militer Rusia di Papua, saya belum mendengar ada latihan. Yang saya tahu beberapa saat yang lalu, pesawat Rusia melewati kawasan kita. Tapi kalau latihan masih harus dicek,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Kementerian Luar Negeri, Kamis (4/1).

Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengaku sudah mendengar informasi bahwa serdadu militer Rusia melakukan pelatihan di Biak sehingga menimbulkan kecurigaan Australia. Namun, informasi itu belum terkonfirmasi.

“Sudah dengar tapi belum telepon (pihak Rusia dan Australia),” ungkapnya di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.

Wiranto berencana menghubungi pihak Rusia. Terpisah, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto enggan berkomentar soal pelatihan serdadu militer Rusia di Biak. Hadi mengaku bakal mencermati dahulu informasi tersebut baru memberikan respons.

“Saya lihat dulu masalahnya,” ucapnya.

Dilansir dari laman ABC News, Minggu (31/12), Kementerian Pertahanan Australia sempat menerapkan status siaga di Pangkalan Angkatan Udara di Darwin, karena menduga angkatan udara Rusia melakukan misi mata-mata melalui pelatihan militer di Biak.

Kecurigaan ini bukan tanpa alasan, sebab serdadu militer Rusia tidak hanya membawa dua pesawat pengangkut Ilyushin (Il-76) dan 81 personel, tetapi juga menurunkan dua pesawat pembom taktis Tupolev (Tu-95) yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

“Angkatan Bersenjata Australia sengaja meningkatkan kewaspadaan buat menghadapi situasi yang berkembang,” demikian pernyataan disampaikan Kementerian Pertahanan Australia.

[pan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge