0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mochi Jadi Makanan Paling Mematikan di Jepang Saat Tahun Baru

Mochi. (soranews24)

Timlo.net—Seringkali dianggap sebagai simbol umur panjang, mochi ternyata menyebabkan kematian tiba-tiba setiap tahunnya. Di luar Jepang, kue beras itu biasanya disajikan dalam bentuk mochi daifuku, atau makanan penutup berukuran kecil. Kue itu biasanya terbuat dari mochi tipis yang berisi makanan manis. Tapi mochi di Jepang biasanya berbentuk padat dan sangat kenyal. Makan mochi yang kenyal pada malam Tahun Baru dianggap memperpanjang usia dan memberikan hidup yang bahagia. Sayangnya, mochi jugalah makanan yang memakan korban jiwa setiap tahunnya.

Karena sangat kenyal, para manula biasanya susah memakannya terutama karena gigi mereka seringkali sudah tidak utuh lagi. Biasanya mereka mencoba menelan mochi utuh-utuh. Setiap tahun, terutama pada tahun baru selalu ada manula di Jepang yang tersedak makanan itu, tulis SoraNews24.com.

Pada 1 Januari 2018 pukul 21:00 waktu setempat, Pemadam Kebakaran Tokyo, Jepang melaporkan ada 15 warga Tokyo yang dibawa ke instalasi gawat darurat. Mereke tersedak makanan tradisional itu. Usia mereka berkisar antara 55 hingga 90 tahun. Dua pria, berusia 50-an dan 80-an meninggal karena tersedak kue beras itu.

Di Jepang, perayaan tahun baru secara tradisional dilakukan hingga 3 Januari. Hal ini berarti ada banyak makanan tradisional khas tahun baru. Oleh karena itu ada banyak mochi yang tersedia. Departemen pemadam kebakaran menganjurkan para manula untuk memotong mochi dalam ukuran kecil, mengunyahnya pelan-pelan dan menelannya secara hati-hati. Mereka juga menganjurkan warga lain untuk mengawasi kerabat dan kenalan mereka yang sudah tua. Bila perlu, para warga lain diminta menolong dan menghubungi tenaga medis jika ada manula yang susah menelan mochi.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge