0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPK Dobrak Pintu Ruangan Bupati

(merdeka.com)

Timlo.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di dua tempat. Yakni, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan dan Surabaya, Jawa Timur.

“Betul ada giat di Hulu Sungai Tengah Kalsel dan Surabaya,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, Kamis (4/1).

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah juga membenarkan adanya tim yang bergerak di lapangan sejak beberapa hari ini. Keterangan lebih lanjut akan diberikan KPK setelah ada perkembangan dari lapangan.

“Saya perlu pastikan terlebih dahulu. Namun memang ada tim yang bergerak di lapangan sejak beberapa hari ini,” kata Febri.

Terpisah penyidik KPK menyegel ruang kerja Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan, guna kepentingan penyelidikan atas dugaan kasus suap. Peristiwa penyegelan ruang kantor orang nomor satu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, itu terjadi pada Kamis (4/1) sekitar pukul 10.30 Wita. untuk lokasi ruang Kantor Bupati HST itu berlokasi di lantai dua.

Ruangan tersebut dijaga ketat oleh pihak Satpol PP dan segel KPK juga sudah ditutup dengan papan tulis penyekat ruangan. Sementara itu Kabag Humas Setda Kabupaten HST menyampaikan bahwa kejadian itu tanpa sepengatahuan para PNS yang bekerja di sana.

“Sekitar pukul 10.30 WITA tiba-tiba saja ada lima orang masuk ke ruangan Bupati,” katanya.

Dia juga mengungkapkan setelah itu tidak tahu lagi dan tidak melihat apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Dirinya juga mengatakan akan memberikan konferensi pers pada jam 15.00 WITA bersama dengan Sekretaris Daerah Pemkab HST.

“Jadi, masalah Bupati ada atau tidak adanya di dalam ruangan itu kami tidak mengetahui,” ucapnya.

Menurut salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan sebelumnya lima orang berpakaian preman itu menanyakan kepada petugas Satpol PP yang jaga di depan pintu. Namun salah seorang langsung saja mendobrak pintu ruangan Bupati tersebut.

Saat ini ruangan dijaga ketat oleh Satpol PP dan orang luar maupun PNS yang ada di lingkup Pemkab tidak diizinkan untuk mengambil foto. Masih dari informasi yang didapat, KPK membawa beberapa orang di antaranya Bupati Hulu Sungai Tengah AL dan seorang pengusaha berinisial HF.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge