0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Lakukan Aborsi, Ibu Muda dan Bidan Diamankan Polisi

Tersangka bidan Airin,,pelaku aborsi, saat diamankan ke Polres Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Mayat orok bayi berkelamin laki-laki yang dikubur di belakang rumah warga Desa Canden, Sambi, ternyata korban aborsi. Polres Boyolali berhasil mengamankan dua wanita pelaku aborsi.

“Dua (orang) kita amankan, satu ibu sang bayi dan bidan yang menolong,” kata Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, Kamis (4/1).

Keduanya, Reni Eka Saputri (19) warga Dusun Tegalsari, Desa Canden, ibu sang bayi dan bidan penolong, Airin S warga Desa Catur, Sambi. Tersangka Reni, saat ini masih dirawat di rumah sakit karena mengalami pendarahan pasca aborsi. Sedangkan tersangka Airin, saat ini ditahan di Mapolres Boyolali.

Sementara itu, tersangka Airin, mengaku tidak mengenal Reni. Airin yang pegawai rumah sakit swasta di Solo ini, mengaku dikenalkan oleh teman kerjanya, BG. Awalnya, Airin mengaku menolak untuk menggugurkan. Kandungan Reni yang diperkirakan berusia 6 bulan digugurkan mengunakan obat penggugur kandungan. Obat ini diambilkan dari rumah sakit tempatnya bekerja.

“Saya ambilkan dari rumah sakit, pagi minum, malamnya langsung lahir, sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Airin.

Tersangka Airin, mengaku mendapat upah Rp 4 juta. Uang tersebut rencananya akan dibagi dengan temanya, B.

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi,mengungkapkan, tersangka Reni melakukan aborsi karena malu hamil di luar nikah.

“Ngakunya ditinggal pacarnya saat sudah hamil,” imbuh Kapolres.

Kini, keduanya terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara untuk tindak pidana aborsi.

Kasus aborsi ini terungkap, setelah temuan kuburan orok bayi laki-laki oleh warga di belakang rumah Reni, Rabu petang kemarin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge