0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kapolda: Hindari Terprovokasi Kampanye Hitam

Irjen Pol Condro Kirono (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Aparat kepolisian tak segan menghukum penebar kebencian berunsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang dipakai mengeruhkan suasana demokratis Pilkada serentak 2018. Khusus ujaran kebencian yang disebarluaskan di media sosial, Polda Jawa Tengah menyiapkan tim cyber.

“Pemilu di Jawa Tengah ini relatif dewasa dalam memilih pemimpin. Jangan sampai terprovokasi ajakan memecah belah. Hindari black campaign yang menggunakan isu kesukuan, agama, ras, antargolongan. Kami memiliki divisi cyber crime, cyber patrol dan bekerjasama dengan Kominfo dalam menindaklanjuti ujaran kebencian yang masuk ranah undang-undang ITE,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono kepada wartawan di Mapolres Karanganyar, Selasa (2/1).

Adapun selama 2017, jajaran Polda Jateng telah memulai langkah cipta kondisi sebelum memasuki tahun politik 2018. Langkah-langkah tersebut, antara lain persiapan internal, eksternal maupun persiapan peralatan dan perlengkapan.

“Sudah kita lakukan pendekatan dengan ulama, tokoh masyarakat, kemudian termasuk KPU, Bawaslu, agar independen. Tokoh masyarakat agar dapat memberikan tausiah kepada umat untuk mendinginkan suasana,” kata dia.

Pengerahan petugas tergantung dari prediksi ancaman setiap tahapan pemilu. Misalnya saat kampanye di luar ruangan, tentu pengamanannya berbeda dibanding di dalam ruangan. Mobilisasi kekuatan juga memperhitungkan penjadwalan KPUD saat coblosan dan penghitungan suara. Dua tahapan ini paling rawan konflik.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge