0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

KONI Kritik Sarana Pendukung Stadion Sriwedari  

Hujan deras mengguyur Stadion Sriwedari dalam laga Bengawan Cup III, Kamis (21/12) sore (timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Kondisi sarana pendukung di Stadion Sriwedari yang memprihatinkan, membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solo ikut menyayangkan. Monumen PON pertama tersebut sedang mendapat sorotan tajam karena buruknya fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Pengelolaan MCK di Stadion Sriwedari dan Manahan, masih sangat buruk menurut saya pribadi. Kami berharap stakeholder terkait bisa memperbaiki fasilitas itu secepatnya,” beber Ketua KONI Solo Gatot Sugihartono, Rabu (3/1).

Saat gelaran sepakbola wanita Bengawan Cup III beberapa waktu lalu, pengelola Stadion Sriwedari sempat tak menyediakan air di kamar mandi tersebut. Tak ayal para pemain sepakbola putri dari berbagai kota ikut kelimpungan untuk membersihan diri usai bertanding dalam kondisi lapangan yang hujan.

Padahal salah satu Stadion tertua di Indonesia ini rencananya juga akan menjadi salah satu venue utama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 Oktober mendatang. Hingga pemusatan latihan atlet pelatnas yang akan terjun di ajang Asian Para Games di Jakarta dan Palembang.

Gatot berupaya ikut membantu dengan mengajukan anggaran untuk kegiatan pembenahan ini di APBD Solo.

“Kami harap persiapan Porprov nanti selesai Februari. Kami sedang mendata fasilitas apa saja yang perlu pembenahan, sehingga bisa diajukan aggarannya. Ini penting agara atlet yang menggunakan sarana itu tidak kecewa menggunakan sarana olahraga di Solo,” imbuh Gatot.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge