0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mengenang Jaman Kolonialisme di Balaikota Solo

Bungker Balaikota (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Memasuki bangunan bawah tanah itu, seolah kita ditarik mundur ke era kolonialisme. Di atasnya ada semacam gazebo berbentuk segi delapan. Dua serdadu Belanda dengan seragam lengkap tengah berjaga di dalamnya.

“Kira-kira nanti akan kita garap seperti itu,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo usai memaparkan rencananya terkait pemanfaatan bungker peninggalan Belanda di bawah Gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

Pemkot merestorasi bungker itu sejak Juli 2017 lalu dengan menggali tanah di sekelilingnya sehingga bentuk bungker bisa terlihat dengan jelas. Bungker yang diduga peninggalan era kolonial itu masih tampak kokoh meski sudah berusia hampir seabad. Sekilas, bungker itu dibangun dengan bahan yang sama dengan Benteng Vastenburg yang hanya berjarak beberapa ratus meter. Tak hanya itu, semakin ke bawah, penampang tembok bungker semakin tebal. Mirip dengan tembok benteng.

Saat digali kembali 2012 silam, hanya bagian atap bungker saja yang tampak menyembul dari permukaan tanah. Di tengah atap ada sisa pondasi bangunan berbentuk segi delapan yang diperkirakan sebagai gardu jaga. Sedangkan bagian inti bangunan berada di bawah tanah sedalam dua meter dengan luas 15,4 x 4,6 meter.

Untuk memasukinya, ada dua tangga yang langsung terhubung ke ruang bawah tanah itu. Di dalamnya ada dua lorong yang terpisahkan tembok setebal 60 cm. Di salah satu lorong terdapat lubang yang terhubung ke gardu jaga.

“Diduga bungker ini bagian dari sistem pertahanan karena dulunya kompleks balaikota ini kompleks rumah dinas Residen Belanda untuk Surakarta. Dugaan itu diperkuat dengan keberadaan pondasi bangunan berbentuk persegi delapan di atas bungker yang diperkirakan merupakan pos militer,” Kabid Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan (Disbud) Solo, Mufti Raharjo.

Saat ini, bungker tersebut sudah bisa diakses publik yang ingin berswafoto maupun sekadar melihat-lihat. Ke depan, Pemkot berencana membangun kembali pos jaga yang sekarang hanya menyisakan pondasi saja.

“Kita siapkan anggarannya dulu. Kalau sudah (terlaksana) nanti masyarakat bisa foto-foto sama tentara pakai seragam prajurit Belanda atau prajurit Keraton,” kata Rudy.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge