0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Kampus Peduli AIDS Sambangi Rumah Singgah ADHA

Warga Kampus Peduli AIDS menyambangi Rumah Singgah ADHA (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kelompok riset Bimolidotcom (Biomolekuler dan Complementer) Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) membuat acara Warga Kampus Peduli AIDS (WKPA) di rumah singgah anak dengan HIV/AIDS (ADHA) di komplek Taman Makam Pahlawan Jurug. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan support moral dan perbaikan kondisi mental anak penyandang HIV/AIDS.

“Kita ingin memberikan support moral sekaligus dukungan agar anak-anak ini tidak down secara mental,” ungkap koordinator kegiatan, dr Andri, saat dijumpai di lokasi kegiatan, Rabu (3/1).

Dijelaskan, anak-anak ini mendapatkan perilaku yang kurang mengenakkan dari masyarakat. Seperti penolakan sekolah dan penolakan tempat tinggal. Hal ini akan membuat anak menjadi memiliki kecenderungan untuk rendah diri yang juga berpengaruh terhadap kesehatan mereka secara fisik.

Selain itu, perkumpulan yang yerdiri dari 15 orang dokter ini juga ingin memberikan terapi tusuk jarum bagi anak-anak penderita HIV/AIDS. Tusuk jarum ini dimaksudkan untuk meningkatkan CD4 pada tubuh guna membantu kekebalan tubuh anak. CD4 sendiri merupakan jenis sel darah putih atau limfosit, yang penting dari sistem kekebalan tubuh kita.

“Hal ini bisa ditingkatkan dengan dilakukan tusuk jarum. Sebelum kita lakukan praktek tusuk jarum itu, kita lakukan pendekatan dengan anak sekaligus memberikan penguatan mental,” jelasnya.

Sementara pengurus Rumah Singgah ADHA, Puger mengatakan, pihaknya terbuka dengan kegiatan positif tersebut. Dia berpendapat, hal ini baik untuk kesehatan anak-anak asuhannya.

“Ya kita secara terbuka menerima bantuan dalam bentuk apapun. Hal ini bisa memberikan dukungan bagi anak-anak untuk tidak merasa rendah diri dan lebih percaya diri dalam pergaulan,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge