0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemkot Perlu Badan Usaha Pengendali Distribusi Sembako

Pakar Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB Surakarta, Dr Agus Utomo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Berbagai permasalahan distribusi barang-barang vital untuk pemenuhan hajad hidup orang banyak sering menghinggapi suatu daerah. Misalnya, gas langka, kurangnya pasokan beras, pengadaan daging dan sebagainya. Adanya permasalahan itu tentu saja memicu lonjakan harga, termasuk tingginya inflasi di satu daerah tertentu.

“Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemkot Solo  perlu membentuk badan usaha pengendali ditribusi barang kebutuhan hajad hidup orang,” ungkap Pakar Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB Surakarta, Dr Agus Utomo, saat merefleksi dinamika ditribusi barang vital di Solo tahun 2017, Prospek Ekonomi 2018 Kota Solo, di Kampus STIE AUB Surakarta, Selasa (2/1).

Tentu saja, lanjut Agus, yang menjadi pertanyaan, regulasi pembentukan badan tersebut diperbolehkan tidak. Peraturan Daerah (Perda) sudahkah mengatur pembentukannya. “Sebab badan usaha pengendali distribusi barang kebutuhan hajad hidup orang banyak, penting. Karena badan tersebut tugasnya mengawasi sekaligus mengendalikan distribusi, termasuk  melakukan pasokan jika terjadi kelangkaan barang, sekaligus mengendalikan harga jika terjadi lonjakan harga hingga kembali normal,” jelasnya.

Menurut Agus, permasalahan distribusi barang untuk pemenuhan hajad hidup orang banyak pada tahun 2017 di kota Solo masih sering muncul, meski sudah mulai agak berkurang. “Oleh karena itu, untuk prospek ekonomi 2018, terutama menyangkut kebutuhan barang vital, Pemerintah Kota Solo berserta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar segera mencari jalan keluarnya. Untuk itu, kami mengusulkan dibentuknya badan usaha pengendali distribusi barang kebutuhan hajad hidup orang banyak,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge