0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Korban Hannien Tour

Jual Tanah dan Sudah Pamitan, Ee.. Batal Berangkat Umroh

Sejumlah korban Hannien Tour mendatangi Polresta Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Berbagai kisah melatarbelakangi korban penipuan biro perjalanan umroh Hannien Tour yang datang ke Mapolresta Solo, pada Selasa (2/1) kemarin. Mulai dari menjual tanah, pamitan dengan seluruh warga kampung hingga berharap segera diberangkatkan ke Tanah Suci. Akan tetapi, harapan untuk segera melaksanakan ibadah tersebut tinggallah mimpi lantaran petinggi PT Hannien Tour telah masuk bui.

“Dari kami, ada sebelas rombongan yang mendaftar di PT Hannien Tour. Kami berasal dari Sragen. Mendaftar awal 2017 lalu dan dijanjikan berangkat pada April lalu,” terang Sabar Jumanto (35).

Menurut Sabar, sebelas korban yang mendaftar di PT Hannien Tour untuk berangkat ke Tanah Suci tersebut masih tergolong keluarga. Mereka yakin bakal diberangkatkan, lantaran mendapat rekomendasi dari keluarga yang lain bahwa PT yang memberangkatkan tersebut dapat dipercaya dan amanah. Di sisi lain, harga yang ditawarkan oleh PT Hannien Tour juga tergolong miring mencapai Rp 18,5 juta.

“Maka dari itu, kami semua tertarik. Bahkan, ada yang dari salah seorang keluarga kami yang menjual tanahnya untuk berangkat umroh,” ungkap Sabar.

Tak kalah menyedihkan, cerita yang diungkapkan oleh Siti Mujahadah (52), asal Kaliwungu, Kabupaten Semarang ini. Diusianya yang sudah paruh baya, dia ingin mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Akan tetapi, niatannya itu terganjal dengan ulah ‘nakal’ bos PT Hannien yang tidak amanah dalam memberangkatkan calon jamaah umroh tersebut.

“Saya dijanjikan berangkat April lalu. Tapi, sampai sekarang belum berangkat. Pihak penyelenggara (Hannien Tour —Red) beralasan jika ada masalah pada pengurusan administrasi yang berujung pada penundaan keberangkatan. Awalnya kami percaya, lama-lama kok jadi kayak gini,” keluh Siti.

Parahnya lagi, nenek tiga cucu itu juga telah menggelar kegiatan pengajian di kampong halamannya yang menandai keberangkatannya ke tanah suci. Sehingga, jika dia tak kunjung berangkat maka dirinya akan malu.

“Sesuai tradisi di kampong kami, kalau mau berangkat ngadain syukuran atau pengajian. Ee malah tak kunjung berangkat,” jelasnya.

Terkait kasus tersebut, Satreskrim Polresta Solo terus mendalami kemana aliran dana milik calon jamaah yang telah disetor kepada tersangka. Dua tersangka petinggi PT Hannien Tour juga telah diringkus di sebuah ruko di Kawasan Bekasi. Dua tersangka tersebut yakni Farid Rosyidin (45) dan Avianto B Satya (51), keduanya warga Bogor, Jawa Barat.

“Masih terus kami dalami. Harapannya, sisa uang yang dimiliki oleh tersangka dapat dikembalian kepada korban berapapun jumlahnya,” kata Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi saat dihubungi, Rabu (3/1) pagi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge