0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Perangkat Desa Wajib Berdomisili di Desa Setempat. Jika Tidak, Ini Sanksinya!

Tes Perangkat Desa. (Dok.Timlo.net)

Wonogiri — Sejumlah perangkat desa baru hasil pengisian/seleksi 2017 ada yang berasal dari luar desa tempatnya bekerja sekarang ini. Menyikap hal itu, Pemkab Wonogiri meminta agar perangkat desa berdomisili di desa setempat. Apabila tidak diindahkan, maka Pemkab bakal memberikan sanksi tegas.

“Perangkat yang tak mengindahkan aturan bisa diberhentikan. Karena dianggap tak memenuhi persyaratan sebagai pamong,” ungkap Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Totok Sugiyarto, Selasa (2/1).

Dia menjelaskan, hal ini berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) No 18/2017 sebagaimana diubah dengan Perbup No 75/2017 tentang Pelaksanaan Perda No 19/2017 tentang Perangkat Desa. Setelah dilantik perangkat dari luar desa harus berdomisili di desa setempat. Saat proses pengisian perangkat, pendaftar diwajibkan membuat surat pernyataan bermaterai Rp 6.000, bahwa setelah menjabat, pamong harus berdomisili di lingkup dalam desa.

“Ini kewenangan Kades, agar perangkat baru itu segera tinggal di desa setempat. Kalau perintah itu tidak segera dilaksanakan, Kades dapat memberhentikan perangkat tersebut. Tapi mungkin bisa saja Kades memberikan tempo untuk persiapan pindahan, tapi jangan lama- lama,” kata dia.

Berdasar laporan sementara, imbuh Totok, ada satu perangkat baru di Desa Boto, Baturetno yang berasal dari luar desa. Saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari desa lain. Dia berharap pekan ini desa-desa yang terdapat perangkat dari luar desa sudah mengirim laporan. Dari laporan tersebut akan diketahui desa mana saja yang mempunyai perangkat dari luar desa. Selanjutnya Dinas PMD akan membentuk tim yang akan mengecek langsung untuk memastikan perangkat bersangkutan sudah berdomisili di lingkup dalam desa.

“Soal mau mengontrak atau membeli rumah, itu diserahkan kepada perangkat desa bersangkutan. Yang jelas perangkat harus berdomisili di desa tempatnya bekerja hingga pensiun berusia 60 tahun. Hal itu agar perangkat bisa menjalankan tugas secara efektif dan efisien. Perangkat harus bisa memfasilitasi kepentingan warga setiap saat,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge