0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Operasi Pasar Tidak Mampu Menekan Harga Beras

Pedagang beras di Pasar Legi Solo (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Operasi pasar yang digelar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) kota Solo beberapa pekan lalu dianggap tidak terlalu berdampak kepada harga beras. Pasalnya, hingga saat ini harga kebutuhan pokok tersebut terpantau masih tetap tinggi di pasaran.

“Untuk harga beras medium di pasaran sampai dengan saat ini terpantau masih cukup tinggi. Yaitu dikisaran Rp 10-11 ribu per kilogram. Sedangkan untuk beras premium, dikisaran harga Rp 13 ribu per kilogram,” ujar Kasi Analisis harga dan pasar Bulog Subdivre III wilayah Solo, Doni Kuswardono kepada wartawan, Senin (2/1).

Padahal untuk menekan harga itu, sebelumnya Bulog dan TPID sudah mencoba melakukan intervensi harga melalui gelaran pasar murah disejumlah pasar tradisonal. Hanya saja kebijakan itu, diakuinya cukup sedikit mempengaruhi harga yang berlaku di pasaran.

“Ada beberapa factor kenapa operasi pasar itu tidak terlalu berdampak kepada turunnya harga di pasaran. Pertama karena preferensi konsumen berbeda, kedua ketersedian beras di pengecer maupun distributor terbatas dan ketiga karena pasokan yang tersedia minim lantaran belum ada panen raya,” jelasnya.

Akibat tingginya harga beras itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Desember 2017 angka inflasi kota melonjak menjadi 1.10 persen. Angka inflasi itu naik dari bulan sebelumnya yang hanya bertengger diangka 0,15 persen. Komoditas utama penyumbang laju inflasi itu diantaranya adalah beras.

“Beras memberikan andil inflasi paling tinggi. Karena mengalami kenaikan harga sebesar 3,95 persen, sehingga memberikan andil inflasi sebesar 0,19 persen,” ungkap Kepala BPS Solo, R Bagus Rahmat Susanto

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge