0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rekor, Inflasi Solo Pada Akhir Tahun Tertinggi di Jawa

Kepala BPS Solo, R Bagus Rahmat Susanto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Angka inflasi Kota Solo pada periode akhir tahun 2017 tercatat melonjak hingga menjadi 1,10 persen. Bahkan berdasarkan dari pantauan Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi kota Solo tersebut paling tinggi  di pulau Jawa.

“Untuk di pulau Jawa paling tinggi angka inflasinya kota Solo yaitu sebesar 1,10 persen, atau naik dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 0,15 persen. Kemudian disusul Yogyakarta sebesar 0,90 persen dan Surabaya 0,85 persen,” ujar Kepala BPS Solo, R Bagus Rahmat Susanto kepada wartawan, Senin (2/1).

Dari 82 kota yang dihitung indeks harga konsumennya (IHK), menurutnya semua kota terpantau mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi paling tinggi adalah Jayapura yang mencapai 2,28 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Sorong yang hanya sebesar 0,18 persen.

Bagus menyebutkan, tingginya angka inflasi kota Solo tersebut karena dari tujuh kelompok pengeluaran konsumsi yang dihitung indek harga konsumennya (IHK) mengalami kenaikan. Bahkan untuk kelompok bahan makanan tercatat naik 4,08 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,68 persen, perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar naik naik 0,03 persen,  sandang naik 0,15 persen, kesehatan naik 0,19 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,08 persen dan transport, komunikasi serta jasa keuangan naik 0,95 persen.

Sedangkan jika dilihat dari komoditas utama penyumbang laju inflasi diantaranya adalah beras yang memberi andil sebesar 0,19 persen. Kemudian disusul angkutan udara yang memberikan andil sebesar 0,12 persen dan daging ayam ras memberikan andil sebesar 0,11 persen.

“Kalau untuk komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat laju inflasi antara lain jeruk, papaya, bawang putih dan lainnya,” tandas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge