0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembangunan Pasar Sumberlawang Diperpanjang 50 Hari

Proyek pembangunan Pasar Sumberlawang. Sragen (dok.timlonet/agung widodo)

Sragen — Hingga waktu yang ditetapkan, pembangunan Pasar Simberlawang ternyata tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya. Pihak kontraktor meminta perpanjangan waktu selama 50 hari lagi dengan konsekuensi harus membayar denda. Pemkab Sragen sendiri menyerahkan sepenuhnya kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait perpanjangan waktu tersebut.

“Itu terserah PPK, kewenangan ada di PPK. Kalau saya secara prinsip sepanjang sesuai dengan ketentuan silahkan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto kepada Timlo.net, Senin (1/1).

Tatag menyampaikan, untuk memutuskan setuju atau tidak perpanjangan 50 hari tersebut, PPK diminta bisa membuat diskripsi masalah sampai solusi penyelesaiannya dengan berdasar ketentuan yang berlaku. Termasuk apa pihak pemborong dikenai putus kontrak atau berlanjut sepenuhnya menjadi kewenangan PPK.

“Saya tidak mengatakan putus kontrak, itu tergantung PPk,” ujarnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Timlo.net, Selasa (2/1), Boghy Yeano Wibowo selaku PPK Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen mengakui menyetujui untuk memberi perpanjangan lagi selama 50 hari sejak perpanjangan pertama berakhir 28 Desember lalu.

“Memang kami menyetujui pemberian perpanjangan untuk menyelesaikan pekerjaan,” katanya.

Boghy menyampaikan, perpanjangan diberikan setelah melalui kajian. Dia berdalih, karena setelah dikaji pihak penyedia jasa berkomitmen untuk menyelesaikanpekerjaan . Secara analisa, perhitungan dari sisa progress, pemberian perpanjangan 50 hari tersebut bisa tercapai.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto dan Ketua Komisi II Sri Pambudi telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di proyek Pasar Sumberlawang. Pambudi menyampaikan, melihat urgensi dan kepentingan besar masyarakat, pihaknya tetap berharap proyek harus diselesaikan dengan tetap mengacu regulasi dan kualitas.

“Kalau memang diperpanjang, kami minta di sisa waktu perpanjangan, harus diawasi benar. Jangan sampai karena ngebut, kualitas jadi asal-asalan,” jelas Pambudi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge