0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kampanye Lingkungan, Pria Ini Tempuh Puluhan Ribu KM

Wiebe Wakker saat tiba di kantor Dinas Perhubungan Kota Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Seorang pria berkewarganegaraan Belanda, Wiebe Wakker (31), tiba di kantor Dinas Perhubungan Kota Solo, Senin (1/1). Dengan mengenakan celana pendek, pria yang berpostur tinggi ini mengendarai sebuah mobil besutan perusahaan asal Jerman, Volkswagen.

Namun, ada tak biasa dari Volkswagen Golf Variant milik pria tersebut. Mobil berwarna biru tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga menjadi mesin bertenaga listrik 150 KW.

Wakker menjelaskan, tujuan kedatangannya adalah singgah untuk bertemu dengan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo pada hari Selasa (2/1). Pria yang telah menempuh 52 ribu kilometer (selama kurun waktu 660 hari sejak tahun lalu, ini singgah di Indonesia dalam perjalanannya dari Belanda menuju ke Australia. Perjalanan panjang ini bukan tanpa alasan, dia melibatkan dirinya dalam sebuah proyek bernama Plug Me In.

“Saya ingin meyakinkan negara-negara yang saya singgahi bahwa berkeliling dunia menggunakan mobil listrik itu mungkin terjadi,” ungkap Wakker, saat berbincang dengan sejumlah awak media.

Sebelum Indonesia, Wakker telah megunjungi 31 negara lain dalam perjalanan panjang dan memakan waktu lama tersebut. Hal ini disebabkan mobil listrik miliknya itu hanya mampu menempuh jarak 120 kilometer, sebelum akhirnya kehabisan daya dan harus diisi ulang selama 12 jam.

Pria lulusan University Of Art Belanda tahun 2014 ini mengaku proyek Plug Me In sebenarnya merupakan tugas akhir kuliahnya. Meski tak memahami apapun tentang kelistrikan, ia beranggapan, kendaraan saat ini yang berjalan menggunakan minyak membuat bumi semakin rusak. Dirinya pun sekaligus mengkampanyekan bahwa mobil listrik merupakan mobil masa depan yang seharusnya mulai saat ini menggantikan mobil-mobil dengan menggunakan minyak bumi.

“Mengajukan sponsor, salah satunya adalah Volkswagen, yang kemudian dimodifikasi menjadi mobil listrik. Total modifikasi membutuhkan biaya 80 ribu Euro,” terang dia.

Perjalanan ini bukannya tanpa kendala. Suspenai yang kendor, ban pecah atau oli yang encer menjadi warna perjalanannya. Wiebe bahkan menceritakan dirinya pernah tersesat di India dan membutuhkan waktu dua hari untuk mengganti ban, lantaran ketiadaan bengkel.

Selama menjalankan proyek tersebut, dirinya mengaku tak membawa uang sepeserpun. Perjalanannya dari satu negara ke negara lain, dibantu oleh orang yang tergerak hatinya untuk memberinya makan maupun tumpangan tidur. Wiebe bahkan pernah harus bekerja disalah satu negara lantaran tak memiliki uang untuk menyeberangkan kendaraannya itu.

“Saya tak memiliki uang, saya pernah bekerja selama dua bulan di Dubai sebagai dekorator sebuah event organizer. Uangnya utuk menyeberangkan mobil ini ke negara selanjutnya,” katanya.

Dirinya pun berharap, dengan kampanye tersebut, masyarakat dunia menyadari bahwa mobil listrik merupakan mobil masa depan yang energinya dapat terbarukan, hingga menekan penggunaan mobil berbahan bakar minyak.

“Menurut saya, dunia akan semakin bersih apabila semakin banyak orang naik mobil ataupun kendaraan apapun yang berbahan bakar listrik,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge