0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tak Percaya Suaminya Jadi Teroris, Sang Istri Mencak-Mencak

Lokasi penangkapan seorang terduga teroris (merdeka.com)

Timlo.net — Kurniawati, istri Mujakir Junaidi (37), seorang PNS di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang ditangkap Densus 88 antiteror di Tenggarong, dibikin kaget bukan kepalang. Dia masih tak percaya, suaminya ditangkap, dengan barang bukti senjata api yang ditemukan di rumahnya.

Dini hari ini, Kurniawati sempat mengungkapkan kekesalannya sekaligus heran dengan kedatangan Densus 88 untuk menggeledah rumahnya, Sabtu (30/12) malam tadi.

Sudah barang tentu, penggeledahan rumah yang dihuni Mujakir dan Kurniawati, selain disaksikan Kurniawati sendiri, juga didampingi dan disaksikan Ketua RT 18 Roli Maulana.

Sekitar pukul 00.10 Wita tadi, Kurniawati keluar dari rumah Ketua RT, bersama 2 anggota polisi. Sambil berjalan menuju rumahnya, wajah Kurniawati terlihat kesal.

“Kalau tidak benar (suaminya terlibat jaringan teroris), tolong perbaiki nama kami ya Pak. Ini apa lagi kok panggil-panggil wartawan?” kata Kurniawati, kepada kedua polisi itu.

“Lah, mana ada kami panggil wartawan ke sini Bu,” timpal polisi.

Sambil berjalan, Kurniawati terus melontarkan ketidakpercayaan dia terkait penangkapan suaminya. Dia juga heran dengan temuan senjata api di rumahnya.

“Polisi kok bisa temukan barang itu (senpi rakitan) di rumah saya. Makanya saya tidak percaya dengab polisi. Silakan anda tanyakan ke polisi,” ujar Kurniawati saat ditanya kebenaran ditemukannya senpi di rumahnya.

Sebelum masuk ke dalam akses jalan minim cahaya ke rumahnya, sambil berjalan kaki tanpa bersandal, Kurniawati kembali melontarkan permintaannya.

“Pokoknya saya minta pulihkan nama kami kalah suami saya tidak terbukti,” sebutnya sambil meninggalkan wartawan.

Penangkapan Mujakir, mengejutkan warga setempat. Sebab, keseharian Mujakir dikenal ramah, dan sering aktif kegiatan masjid di komplek kantor Bupati Kukar.

Di rumah Mujakir, bersama istri dan 2 anaknya di Jalan Usaha Tani, RT 18 Mangkurawang, Tenggarong, ditempatinya sudah sekitar 3 tahun terakhir ini.

Mujakir, bukanlah warga pendatang. Dia diketahui memang warga asli kelahiran Mangkurawang. Sedangkan istrinya, warga pendatang asal Sulawesi Selatan.

Keramahan Mujakir bersama warga, dibenarkan ketua RT 18 Roli Maulana. Dia sendiri tidak menyangka, Mujakir dijemput Densus 88 Antiteror. “Dia ini hidup rukun, normal, sering aktif kegiatan warga dan bantu warga. Makanya tadi agak kaget juga,” ujar Roli.

Roli memastikan, Mujakir adalah PNS di lingkup Pemkab Kukar. Sebelumnya, Mujakir bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja Kutai Kartanegara, hingga kemudian Mujakir diperbantukan di Bidang Kesra Pemkab Kukar.

“Dia ini kuat ibadah, aktif di masjid. Seringnya di masjid sekitar kantor Bupati itu,” ungkap Roli.

Rumah yang dihuni Mujakir, berada cukup jauh dari badan jalan utama. Selain akses jalan rusak, menuju ke rumahnya juga minim pencahayaan.

“Ya, intinya kami juga kaget dia ini diamankan Densus. Setelah diamankan, barulah rumahnya digeledah,” demikian Roli.

Diketahui, tidak kurang 30 polisi, diantaranya Densus 88 dan Brimob Polda Kaltim juga Polres Kukar, Sabtu (30/12) malam, menangkap Mujakir Junaidi (37), dengan dugaan keterlibatannya di jaringan teroris.

Usai menggeledah rumahnya, polisi mengamankan senjata api rakitan, laptop dan sejumlah buku tulis. Dikabarkan, Mujakir sementara masih diamankan di markas Brimob Polda Kalimantan Timur.

[ded]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge