0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Buru Gathot Harsono, Polisi Minta Bantuan Imigrasi dan KPK

Ilustrasi Korupsi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri meminta bantuan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap Gathot Harsono. Tersangka merupakan mantan Senior Vice President (SVP) Asset Management PT Pertamina. Dia merupakan terduga kasus korupsi pelepasan aset Pertamina berupa tanah tahun 2011 lalu.

“Kita akan meminta bantuan KPK untuk menangkap Gathot,” kata Direktur Tipidkor Bareskrim Polri, Brigjen Ahmad Wiyagus di kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).

Selain meminta bantuan KPK, Bareskrim Polri juga akan meminta bantuan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk melakukan pencegahan ke luar negeri. Menurutnya, tersangka saat ini masih berada di Indonesia.

“Dia masih di Indonesia sudah kita cegah,” mintanya.

Wiyagus menyebut berkas perkara terhadap tersangka sudah P21 atau dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan. Nantinya Bareskrim akan melakukan tahap dua yaitu menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan apabila tersangka sudah ditangkap.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri menetapkan senior vice president (SVP) Asset Management PT Pertamina (Persero), Gatot Harsono, tersangka kasus dugaan korupsi pelepasan aset milik Pertamina, Kamis (15/7) lalu. Penetapan Gatot menjadi tersangka berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) Nomor Sprin.Sidik/129.a/VI/2017/Tipidkor.

Gatot diduga melepas aset tanah seluas 1.088 meter persegi pada tahun 2011. Akibat perbuatan tersangka kerugian negara dari hitungan BPK diperkirakan Rp 40,9 Miliar.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge