0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Diprotes Warga, Bupati Perintahkan DPUPR Tutup Lubang Jalan

Lubang jalan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang, yang sebelumnya ditanami pohon pisang sudah ditutup dan dipasang gorong-gorong (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen akhirnya memperbaiki kerusakan jalan penghubung antara Desa Tegalrejo – Tunggul, Kecamatan Gondang, tepatnya di Dukuh Pilangsari, Desa Tegalrejo. Perbaikan yang bersifat sementara ini sebagai respon dari protes warga yang sebelumnya menanami lubang jalan dengan pohon pisang.

“Terima kasih sudah diresponnya reaksi warga yang sangat begitu cepat. Kamis siang reaksi, Jumat langsung respon, bahkan dilembur sampai malam,” kata Kepala Desa Tegalrejo, Heru Setyawan kepada Timlo.net, Minggu (17/12).

Namun demikian dia berharap ke depan Pemkab, terutama DPUPR setiap ada proyek dilakukan sosialisasi yang benar, sehingg tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pasalnya, sepengetahuan warga Dukuh Pilangsari, Tegalrejo pembangunan Pemkab bakal membangun sepanjang Jalan Tunggul-Srimulyo.

Tapi kenyataannya yang dibangun hanya dari Dukuh Asri, Desa Srimulyo sampai Dukuh Pagah, Srimulyo. Sedangkan memasuki wilayah Desa Tegalrejo belum dibangun.

“Justru yang rusak dan di kampung pemukiman padat penduduk malah nggak digarap, ya akhirnya warga jadi rame,” jelas Wawan, panggilan akrabnya.

Sementara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku telah memerintahkan DPU PR untuk menutup lubang jalan yang sebelumnya ditabami pohon pisang oleh warga.

“Saya dikirimi foto jalan yang hampir putus yang ada gorong-gorongnya itu. Saya sudah perintahkan DPU PR untuk menutup dan mereka sudah pesan box culvert sama gorong-gorongnya. Insya allah kalau itu jadi bisa langsung dikerjakan secepatnya,” kata Yuni.

Saat ini perbaikan gorong-gorong tersebut sudah dikerjakan oleh DPUPR. Yuni menghimbau warga Desa Tegalrejo bersabar karena semua pembangunan itu ada tahapannya. Pihak kontraktor tahu persis sampai batas mana proyek yang harus dikerjakan.

Di sisi lain Yuni meminta kontraktor juga harus memberikan informasi yang benar kepada warga tentang waktu dan batas pengerjaan proyek.

“Kalau memberikan informasi yang salah kepada warga ya dia harus punya kewajiban untuk menjelaskan,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge